Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

16 Mal Baru Dibangun di Bodetabek

Kompas.com, 17 Januari 2015, 21:33 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BEKASI, KOMPAS.com - Moratorium yang berlaku di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir, berdampak signifikan terhadap pertumbuhan pusat belanja di kawasan pinggiran; Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Menurut riset Colliers International Indonesia, hingga 2018 mendatang, pusat belanja di kawasan Bodetabek bertambah 16 buah atau seluas 622.000 meter persegi. Tujuh di antaranya terkonsentrasi di Bekasi, yakni Bekasi Trade Center 2, Living World Jababeka, AEON Delta Mas, Plaza Indonesia Jababeka, Hollywood Central, Grand Dhika City Mall, dan Kota Harapan Indah Mall.

Sementara pusat belanja lainnya terdistribusi di Bogor lima mal yakni, Metropolitan Mall Cileungsi, Vivo Sentul Lifestyle, Vivo Sentul Trademall, AEON Mall Bogor, dan AEON Mall Sentul. Di Tangerang terdapat tiga pusat belanja; AEON Mall BSD City, Embarcadero Mall Bintaro, dan Lippo Grand Mall. Sedangkan di Depok, akan dibangun Sawangan Mall.

Dengan demikian, secara kumulatif, total pasokan pusat belanja dalam tiga tahun ke depan akan mencapai 2.892.000 meter persegi. Bertambahnya pasokan baru ini diprediksi akan menggerus tingkat hunian yang selama tahun 2014 lalu mencapai rerata 82 persen.

Namun begitu, tingkat kekosongan tidak akan terlalu besar. Pasalnya, kebutuhan akan terus meningkat seiring ekspansi para peritel. Bintaro Xchange dan Cinere Bellevue, contohnya. Sejauh ini, kedua mal yang baru dibuka tahun lalu tersebut menunjukkan kinerja bagus dalam tingkat hunian.

Demikian halnya dengan Grand Dadap City yang sudah mendapat komitmen peritel macam Super Indo, Pojok Busana, Bread Talk, J.co, dan tengah negosiasi dengan Blitz Megaplex sebagai peritel utama (major tenant).

Bertambahnya pusat belanja di Bodetabek, tak lantas membuat harga sewa dasar turun. Sebaliknya, justru meroket sebanyak 11,2 persen secara tahunan menjadi rerata Rp 308.259 per meter persegi per bulan.

Hal ini pula yang menstimulasi Damai Putera Group untuk menyegerakan pengembangan pusat belanja di dalam kawasan perumahan Kota Harapan Indah.

Menurut CEO Damai Putera Group, Benny Gunawan, Kota Harapan Indah Mall sudah memasuki persiapan tiang pancang. Pusat belanja ini merupakan bagian dari rencana besar Damai Putera Group membangun fasilitas penunjang di Kota Harapan Indah.

"Secepatnya akan kami bangun, tahun ini juga," ujar Benny kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2015).

Kota Harapan Indah Mall dirancang seluas 51.000 meter persegi dalam bangunan sekitar 15 lantai-16 lantai yang dilengkapi hotel, dan perkantoran.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau