Tersesat di Taman Labirin Itu Mengasyikkan! - Kompas.com

Tersesat di Taman Labirin Itu Mengasyikkan!

Hilda B Alexander
Kompas.com - 16/07/2014, 12:51 WIB
AP Photo Taman labirin di Trafalgar Square.
KOMPAS.com - Bukan Bjarke Ingels namanya bila tidak menghasilkan karya arsitektur yang mengagumkan. Arsitek asal Denmark yang juga pendiri Bjarke Ingels Group (BIG) ini baru saja mendesain sebuah bangunan jenius berlabirin yang akan membuat Anda tersesat!

Ya, Ingels telah merancang taman bermain bermaterikan kayu lapis yang dinamakan BIG Maze. Proyek yang berada di National Museum Washington DC, Amerika Serikat ini mengajak anak-anak bermain dan mencari ujung labirin.

BIG Big Maze di National Museum Washington DC, Amerika Serikat.
Meski struktur taman ini kecil bila dibandingkan dengan bangunan utama museum, namun siapa pun yang bermain di taman ini tidak perlu membungkukkan badan. Dinding labirin dalam taman bermain ini membentang lebih dari 914 meter persegi dengan ketinggian 5,4 meter dan panjang 17,3 meter.

Ketika memasuki labirin ini, Anda akan menemui kemudahan pada awalnya. Namun, saat terjebak di pusat labirin, kebingungan menghampiri Anda. Anda dituntut menggunakan nalar dan konsentrasi penuh, bagaimana keluar dari taman ini. Menjelajahi setapak demi setapak lorong di Big Maze ini ibarat mengumpulkan potongan puzzle dalam sebuah kerangka besar.

BIG BIG MAze di National Museum Washington DC, Amerika Serikat.
Meski tidak mudah menemukan jalan keluar, namun anak-anak dan orang tua tampak menikmati taman bermain ini. Mereka seakan merasa, tersesat di taman Big Maze begitu menyenangkan.

Selain Big Maze di Washington DC, BIG juga telah meninggalkan jejak urban serupa dengan dimensi lebih besar dan merupakan terluas di dunia. Labirin bernama Samsø Labyrinten tersebut  memiliki luas 196.900 meter persegi.

Membangun labirin dibutuhkan sebuah keterampilan khusus. Meski demikian, merancangnya sama dengan memanfaatkan potensi ruang macam plaza publik dengan cara yang murah. Ini juga merupakan cara yang baik untuk menunjukkan bakat lokal arsitek, bahan bangunan asli, dan kecerdikan rekayasa arsitektur.

Dengan labirin, kota-kota bisa bersaing untuk menarik minat pengunjung dan wisatawan. Labirin juga bisa digunakan sebagai sarana pameran arsitektur dan juga seni kreatif yang mengakomodasi kearifan lokal lainnya.

PenulisHilda B Alexander
EditorHilda B Alexander
SumberQuartz
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM