Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Signature Tower, Simbol Kebanggaan Indonesia?

Kompas.com, 5 Juli 2013, 23:09 WIB
Hilda B Alexander

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com- Kuala Lumpur boleh punya Petronas Tower, sebagai pencakar langit tertinggi kelima di dunia saat ini. Tak mau kalah, Jakarta pun kelak bakal punya gedung yang menantang angkasa. Gedung ini bernama Signature Tower, menjulang 638 meter dan mencakup 111 lantai.

Jika Signature Tower yang dikembangkan Grahamas Adisentosa ini terbangun, maka akan menempati posisi tertinggi kelima di dunia hingga 2020 mendatang. Posisi pertama ditempati Kingdom Tower yang menjulang hingga 1 kilometer, disusul kemudian berturut-turut oleh Burj Khalifa, Ping An Finance Center, dan Seoul Light DMC Tower.

Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc. (SRSSA) merancang gedung di CBD Sudirman ini dengan mengambil bentuk candi Borobudur sebagai inspirasi utama.

Managing Director Pandega Desain Weharima sebagai mitra lokal SRSSA, Tiyok Prasetyoadi mengatakan, inspirasi candi Borobudur merupakan pemenuhan prinsip local approach sebagai filosofis dasar sebuah karya arsitektur. Bahwa kearifan lokal adalah akar budaya yang harus ada dan diterjemahkan dalam desain bangunan Signature Tower.

"Itu bukan sekadar tempelan melainkan unsur utama yang mengikat unsur-unsur lainnya seperti teknologi, modernitas, dan manusia. Jadi, tampilan visual, lebih lagi eksistensi Signature Tower tidak sebatas merepresentasikan kemajuan teknologi, juga simbol budaya dan humanity," papar Tiyok kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (5/7/2013) usai presentasi Signature Tower dalam peta gedung pencakar langit di dunia.

Dalam kompleks pengembangan Signature Tower nantinya akan berdiri dua menara utama. Selain Signature Tower, menara lainnya dirancang setinggi 50 lantai. Menara kedua ini mencakup hotel dan perkantoran. Sementara Signature Tower berisi ruang ritel, perkantoran dan hotel.

Untuk merealisasikan proyek multifungsi (mixed use project) ini Grahamas Adisentosa harus merogoh kocek senilai 2 miliar dollar AS (Rp 19,8 triliun).

Menurut Tiyok, Signature Tower akan memulai konstruksi pada Agustus 2014. Saat ini masih dalam proses perijinan block plan yang memakan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan. Setelah itu, sidang arsitektur di Tim Penasihat Arsitektur Kota (TPAK) selama 3 bulan, dilanjutkan pematangan desain. Tiyok menargetkan konstruksi rampung 2017 atau paling lambat awal 2018.

Executive Director Council on Tall Buildings and Urban Habitat, Antony Wood berpendapat secara teknis, demografis, dan politis, Signature Tower memiliki kemungkinan besar untuk dibangun. Dan Jakarta, potensial memiliki 1 hingga 3 supertall.

"Namun, sebelum membangun supertall, Jakarta seharusnya konsentrasi pada masalah mendasar yang sangat krusial yakni perbaikan dan penambahan insfrastruktur. Mengembangkan transportasi publik yang terintegrasi jauh lebih penting ketimbang pencakar langit," tandas Antony.

Jakarta sebagai salah satu metropolitan yang ingin diakui dunia, tertinggal 15 tahun dari Kuala Lumpur dan 10 tahun dari Bangkok dalam hal kemajuan transportasi publik. Jika kondisi infrastruktur seperti saat ini, lanjut Antony, kehadiran Signature Tower menjadi mubazir. Keindahan arsitektural gedung tidak bisa dinikmati secara visual oleh publik, karena mereka mengalami kesulitan untuk mendatangi tempat ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau