Kamis, 17 April 2014
HUNIAN
Harga Rumah Terendah di Cibubur Rp 1 Miliar
Penulis : Hilda B Alexander | Minggu, 19 Mei 2013 | 18:27 WIB
|
Share:
citragran.com
Perumahan CitraGran secara administratif tidak termasuk ke dalam wilayah Cibubur, Jakarta Timur. Namun, karena lokasinya berdekatan, mereka mengklaim sebagai bagian dari Cibubur. Harga jualnya telah mencapai Rp 700 juta ke atas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di mana permintaan meningkat, harga jual pasti melesat. Hukum pasar ini akan terus berlaku selama pasok terbatas. Begitu pula halnya dengan kelangkaan lahan siap jual di Cibubur. Dampak logisnya, adalah harga rumah yang kian melambung. Apalagi rumah-rumah di dalam pengembangan berkonsep real estat yang dibangun para pengembang. Begitu pula hunian di dalam kompleks perumahan Cibubur lama.

Aktifitas pengembangan properti yang masif mendongkrak nilai jual lahan dan properti secara langsung. Kehadiran mereka menciptakan keramaian dan kawasan kian terbuka. Permintaan pun semakin deras mengalir.
-- Yohannes Debrito Candra

Di pasar sekunder, tidak akan kita dapatkan hunian di bawah harga Rp 1 miliar di sekitar Taman Bunga Wiladatika dan Bumi Perkemahan. Tak banyak listing rumah yang dijual di daerah ini. Kalau pun ada, harga pasaran berkisar antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 5 miliar per unit untuk hunian berdimensi 90/120 meter persegi. Sementara di pasar primer, harga pasaran sudah menyentuh level Rp 1,2 miliar hingga Rp 3,5 miliar.

Menurut Yohannes Debrito Candra, pemilik agen YD Property, semakin dekat dengan akses tol, harga rumahnya akan semakin tinggi. Raffless Hills adalah salah satu perumahan real estat yang menawarkan rumah seharga lebih dari Rp 1 miliar. Perumahan ini dikembangkan oleh PT Gunung Subur Sentosa (Grup Wings). Mereka memang menyasar segmen kelas menengah atas dengan ukuran rumah jauh lebih besar ketimbang yang ditawarkan kompetitornya yakni Puri Sriwedari atau pun Mahogany Residence.

Adanya rencana masuknya Agung Podomoro ke kawasan ini jelas bakal kian melambungkan harga lahan dan propertinya. Baru rencana saja sudah setinggi ini, apalagi kalau sudah terealisasi.

"Aktifitas pengembangan properti yang masif memang dapat mendongkrak nilai jual lahan dan properti secara langsung. Kehadiran mereka menciptakan keramaian dan kawasan menjadi kian terbuka. Permintaan pun semakin deras mengalir, sementara pemilik lahan enggan melepas asetnya," ujar Candra kepada KOMPAS.com di Jakarta, Minggu (19/5/2013).

Sejatinya, secara administratif, Raffless Hills dan Puri Sriwedari tidak termasuk ke dalam wilayah Cibubur. Keduanya masuk wilayah Cimanggis, Depok. Namun, karena berdekatan dengan batas wilayah Cibubur dan demi kepentingan promosi komersial, keduanya popular sebagai "properti di kawasan Cibubur".

Sama halnya dengan CitraGran. Perumahan yang dikembangkan Ciputra Group ini mengklaim diri berada di Timur Cibubur. Berbeda dengan Raffless Hills, CitraGran masih menawarkan hunian seharga Rp 700 juta hingga Rp 2 miliar per unit.

 


Editor :
Hilda B Alexander