Jumat, 25 April 2014
VICE PRESIDENT HILTON WORLDWIDE GUY PHILLIPS
Jaringan Hilton Hotel Incar Kota-kota di Indonesia
Senin, 13 Mei 2013 | 03:51 WIB
|
Share:
DOKUMEN
Guy Phillips

BM Lukita Grahadyarini

Jaringan Hotel Hilton merupakan salah satu rantai hotel yang terbesar di dunia. Hingga Februari 2013, jaringan Hotel Hilton di dunia yang terdiri atas hotel dan resor berjumlah 3.977 hotel yang tersebar di 90 negara di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, serta Asia Pasifik.

Merek Hilton kembali disatukan tahun 2006 setelah terpisah selama 45 tahun, yakni ketika Hilton Hotel Corporation yang berbasis di AS mengakuisisi Hilton Group PLC yang berbasis di Inggris. Selama 5 tahun terakhir, gebrakan masif Hilton Worldwide terus berlangsung dengan penetrasi hotel ke berbagai benua. Tercatat sebanyak 993 hotel dengan total 173.603 kamar dalam tahap pembangunan dan siap memasuki pasar dalam beberapa tahun ke depan.

Pertengahan April lalu, Kompas menjumpai Vice President Development Asia Pasific untuk Hilton Worldwide, Guy Phillips. Pria yang bergabung dengan Hilton Worldwide sejak tahun 2002 menetap dan bekerja di Asia selama lebih dari 17 tahun. Guy bertanggung jawab pada pengembangan dan pertumbuhan portofolio atas hotel-hotel Hilton Worldwide.

Pengembangan jaringan Hilton saat ini menyasar segala segmen pasar. Merek hotel yang dikembangkan Hilton di Asia Tenggara, Jepang, dan Korea, meliputi Waldorf Astoria dan Conrad yang merupakan hotel mewah, Hilton yang merupakan hotel bintang lima, dan DoubleTree by Hilton yang merupakan hotel bintang empat. Di segmen menengah ada Hilton Garden Inn, dan hotel kelas ekonomi Hampton by Hilton.

Indonesia dengan penduduk yang besar merupakan target pasar potensial untuk pengembangan bisnis Hilton. Berikut petikan wawancara dengan Guy Phillips.

Strategi bisnis?

Kami saat ini memiliki enam merek hotel yang dikembangkan di Asia Pasifik, mulai dari hotel mewah sampai hotel ekonomi. Kami terus mengembangkan enam merek hotel ini, dan secara spesifik ke Indonesia. Waldorf Astoria dan Conrad akan dikembangkan ke Jakarta dan Bali. Hilton yang ada di Bandung, akan dikembangkan juga ke Jakarta dan Bali, dan kemungkinan ke kota lainnya.

Sementara itu, DoubleTree by Hilton akan dibangun di kawasan Menteng, Jakarta, pada triwulan III-2013. Hilton Garden Inn juga akan segera dibangun dengan sasaran segmen menengah atas dan menengah. Sementara Hampton by Hilton baru akan dibangun setelah hotel-hotel dengan segmen menengah hingga atas itu terbangun karena kami merasa budget hotel dan ekonomi tumbuh sangat pesat di Indonesia, baik yang dikelola oleh operator domestik maupun internasional.

Hilton Garden Inn akan menjadi fokus pengembangan kami, dengan sasaran pengunjung domestik maupun internasional yang berada di Indonesia. Kami menawarkan nilai lebih pada hotel segmen menengah ini, didasarkan pada pengalaman kami dalam mengelola hotel.

Target hotel di Indonesia?

Kami sulit mengatakan target yang pasti. Perencanaan kami sangat dinamis. Saat ini, kami sedang mengidentifikasi strategi pengembangan jaringan hotel di Indonesia. Prioritas pembangunan hotel akan diarahkan ke kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bali, untuk hotel kelas mewah dan hotel berbintang. Kami juga merencanakan pengembangan hotel untuk segmen menengah dan menengah atas di kota-kota lainnya, di antaranya Medan, Surabaya, Yogyakarta, Palembang, Bogor, Manado, Batam, dan Mataram. Ada peluang signifikan pengembangan hotel di kota-kota itu dalam lima tahun mendatang.

Strategi Hilton di level dunia?

Kami tumbuh signifikan dalam lima tahun ini, terutama setelah dua perusahaan Hilton digabung menjadi satu jaringan, Hilton Worldwide. Strategi kami, pertama, terus mengembangkan brand untuk memasuki beragam segmen pasar, mulai dari kelas mewah sampai kelas ekonomi sehingga semakin diterima pasar. Aspek lainnya, meraih prestasi dalam industri ini. Kami terus mengembangkan tim kami secara signifikan, termasuk membangun tim teknis yang andal guna mendukung penyelesaian proyek-proyek.

Selain itu, investasi yang tidak kelihatan seperti distribusi, pemasaran, dan e-commerce dengan dukungan sumber daya. Investasi perusahaan menjadi penting untuk mencapai visi kami menjadi nomor satu dalam industri perhotelan. Hasilnya mulai terlihat dengan pertumbuhan jaringan hotel yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Potensi bisnis pariwisata dan perhotelan di Indonesia?

Indonesia adalah pasar yang besar dan potensial. Indonesia punya peluang besar untuk pertumbuhan bisnis ini dengan populasi penduduk terbesar ke-4 di dunia. Dalam 10 tahun terakhir, perekonomian Indonesia tumbuh dan tingkat kunjungan wisata meningkat.

Data statistik menunjukkan kelas menengah Indonesia sekitar 19 juta jiwa pada Mei 2003, dan 10 tahun kemudian tumbuh menjadi 131 juta jiwa tahun 2013. Kami merespons itu dengan pengembangan hotel segmen menengah yang terhubung dengan transportasi udara kelas budget sehingga mendorong tingkat kunjungan ke berbagai wilayah.

Apa harapan dari Pemerintah Indonesia untuk iklim investasi?

Kami harap fokus Pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan pariwisata di Indonesia. Kita bisa lihat lonjakan penumpang di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, dari 14 juta penumpang tahun 2003 menjadi 36 juta penumpang tahun lalu. Secara nyata, kapasitas bandara sudah sangat penuh.

Kami mulai melihat upaya Pemerintah Indonesia membenahi infrastruktur, seperti pengembangan bandar udara di Bali dan Tangerang. Itu sangat membantu. Program peningkatan infrastruktur dan kapasitas bandar udara diharapkan segera terwujud untuk mendukung investasi dan pengembangan pariwisata di Indonesia.

Apakah ada budaya khusus di perusahaan Anda yang mengakibatkan tingginya tingkat kepuasan pegawai?

Salah satu filosofi inti kami adalah membahagiakan siapa pun, baik itu kepada mitra bisnis, tamu, pelanggan, maupun pegawai kami. Karena itu, kami mengalokasikan banyak waktu pengembangan sumber daya manusia di setiap tingkatan perusahaan, di samping pengembangan budaya perusahaan sehingga pegawai memiliki pemahaman yang baik mengenai perusahaan. Menurut saya, hal itu berkontribusi pada apa yang terjadi di dalam perusahaan.

Apa ada pelatihan khusus?

Kami memiliki beragam jenis pelatihan seperti pelatihan jangka panjang untuk staf lokal, keuangan, dan teknologi informasi. Pelatihan itu sangat komprehensif di berbagai tingkatan sehingga para pegawai dapat terus berkembang. Kami juga memiliki program pelatihan manajemen untuk manajer tingkat menengah. Karena bisnis ini semakin kompetitif, kami berupaya mencari bakat terbaik, melatih, dan mempertahankannya. Pegawai merupakan hal terpenting yang utama karena tanpa mereka kami tak dapat melayani para pelanggan.(BM Lukita Grahadyarini)