Jumat, 28 November 2014
Properti
Indonesia Masih Jadi Tujuan Investasi Properti
Penulis : Haris Firdaus | Sabtu, 4 Mei 2013 | 17:30 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com- Indonesia masih menjadi negara tujuan untuk investasi di bidang properti. Hal itu terlihat dari banyaknya investor dari negara lain yang berminat menanamkan modalnya dalam bidang properti di negara ini.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam pembukaan pameran properti REI Expo 2013, Sabtu (4/5/2013), di Jakarta.

Pameran yang berlangsung hingga 12 Mei itu diikuti sekitar 120 pengembang yang menawarkan berbagai jenis properti di sekitar 200 lokasi di Indonesia. Menurut Setyo, dalam waktu dekat pihaknya banyak menerima kunjungan dari pengusaha properti yang tertarik dengan proyek-proyek di Indonesia.

"Minggu depan kami akan menerima tamu dari Singapura yang ingin melihat proyek real estat di Jabodetabek. Akhir bulan lalu kami juga menerima tamu dari Australia yang melihat kondisi properti di Bali," tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini pasar properti di Indonesia sedang berada dalam kondisi baik. Geliat industri properti Indonesia terus berkembang, bukan hanya di wilayah Jabodetabek, tapi juga di luar Jawa. Di sejumlah provinsi, seperti Riau, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara, industri properti berkembang baik.

"Pameran REI sebelumnya di Pekanbaru menghasilkan Rp 60 miliar, di Palembang omzetnya hampir Rp 90 miliar, sementara di Manado sekitar Rp 195 miliar," ungkapnya.

Perkembangan pasar properti di sejumlah provinsi itu, menurut Setyo, terjadi karena pendapatan masyarakat meningkat dan adanya tambahan penduduk akibat migrasi dari wilayah lain. "Rata-rata yang paling laku di provinsi-provinsi itu adalah rumah dengan harga Rp 200 juta sampai Rp 600 juta," katanya.


Editor :
Marcus Suprihadi