Senin, 22 September 2014
METROPOLITAN
"Rumah Kurcaci", Konsep Unik yang Dianggap Merusak Tata Kota
Penulis : Tabita Diela | Rabu, 27 Maret 2013 | 13:51 WIB
|
Share:
www.dailymail.co.uk
Charlie Hague dan Megan Williams tinggal dalam rumah kurcaci ini dan dianggap tidak mengantongi izin.

KOMPAS.com - Mengakali tingginya harga hunian di Inggris, penduduk negara tersebut tampaknya tengah keranjingan membangun dan tinggal di dalam rumah "ramah lingkungan" dengan desain menyerupai rumah kurcaci. Sayangnya, inisiatif penduduk tersebut tidak mendapat apresiasi dari pemerintah setempat, terutama karena sebagian pembuat "rumah kurcaci" tersebut tidak mengantongi izin pembangunan.

Ada perbedaan antara rumah ramah lingkungan tersembunyi dan apartemen atau gedung-gedung yang dibangun tanpa izin.
-- Charlie Hague

Seperti dilansir di www.dailymail.co.uk, ada keluarga muda di Inggris yang tinggal dalam "rumah kurcaci" tanpa mengantongi izin. Mereka adalah Charlie Hague dan Megan Williams.

Sepasang pemuda berusia 25 tahun ini dikabarkan tinggal dalam karavan sebelum membangun rumah dari jerami. Menurut mereka, ini merupakan cara satu-satunya cara untuk memiliki rumah pribadi sebelum anak mereka, Eli, lahir.

Sayangnya, rumah yang mereka bangun di atas lahan properti milik orangtua Hague tidak memiliki izin pembangunan. Pengadilan Wilayah Pembrokeshire telah merencanakan untuk menghancurkan properti tersebut. Menurut pihak berwajib, rumah tersebut "berbahaya bagi karakter rural setempat". Untuk menyelamatkan rumah mereka, kini Hague dan pasangannya harus segera memohon izin pembangunan.

Sadar tanpa izin

Hague adalah seorang pemahat dan tukang kayu. Ia menggunakan kayu dari tanah miliknya sendiri untuk membangun rumah tersebut. Hasil karyanya ini berada di dasar lembah, dekat sebuah kolam kecil.

Pasangan ini sebenarnya sadar, bahwa mereka telah membangun tanpa izin sah. Argumen mereka adalah ketidakmampuan mereka dalam hal finansial. Cara ini merupakan satu-satunya jalan mendapatkan rumah di daerah yang mereka inginkan. Untuk itu, Hague menghimpun dukungan dengan membuat laman Facebook atas rumah ramah lingkungannya. Ia memajang foto-foto dan penjelasan mengenai rumah tersebut.

"Kami membangun rumah di dasar lembah, tidak ada orang yang dapat melihatnya. Rumah ini tidak mengganggu orang lain dan kami membangunnya dari bahan-bahan alami," kata Hague.

"Ada perbedaan antara rumah ramah lingkungan tersembunyi dan apartemen atau gedung-gedung yang dibangun tanpa izin," tambahnya. 

Sejauh ini, meskipun Humas Wilayah Pembrokeshire sudah mengungkapkan, bahwa himbauan penindakan hukum telah dijatuhkan bagi properti tersebut, pasangan ini sudah menghimpun 1400 dukungan dari laman Facebook mereka.

"Kalian memiliki rumah yang sungguh cantik. Semoga beruntung dengan pertarungan melawan kebodohan di bagian perencanaan kota," ujar salah satu pendukungnya.

Baca juga: Nih... 10 Kota dengan Harga Realestat Termahal di Dunia!

Sumber :
www.dailymail.co.uk

Editor :
Latief