Minggu, 21 September 2014
Properti Indonesia Paling Prospektif
Penulis : R. Adhi Kusumaputra | Minggu, 24 Maret 2013 | 22:55 WIB
|
Share:
IST
Rusmin Lawin

SINGAPURA, KOMPAS.com - Properti Indonesia pada saat ini paling prospektif. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal FIABCI  (Federasi Real Estate Dunia) Sekretariat Regional Asia Pasifik, Rusmin Lawin dalam APRECE (Asia Pacific Real Estate Convention and Exhibition) 2013 yang diselenggarakan IEA Singapore dan digelar di Marina Bay Sands Convention, Singapura, 20-23 Maret 2013.

Rusmin Lawin, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hubungan Luar Negeri Real Estate Indonesia (REI), yang menyajikan presentasi berjudul "Indonesia Real Estate: A Giant Awakens?" mendapat banyak respon dari peserta luar negeri.

Menurut Rusmin, ada beberapa faktor utama yang menopang pendapat tersebut.

Pertama, tingkat pertumbuhan yang sangat stabil di level 6 - 6,5 persen beberapa tahun terakhir ini dan diprediksi akan tetap stabil sampai 5 tahun ke depan.

Kedua, populasi Indonesia 250 juta jiwa menempati posisi keempat dunia dan merupakan pasar terbesar ASEAN. Jumlah total penduduk ASEAN berkisar 600 juta jiwa. Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang masuk di kelompok ekonomi G-20.

Ketiga, Indonesia sedang mengalami booming penduduk usia produktif,  usia rata-rata penduduk yang berusia 29 tahun mencapai 50 persen dan separuh dari angkatan produktif ini memiliki daya beli 4 dollar AS per hari. Kondisi ini disertai juga tingkat urbanisasi yang tinggi, yang  mencapai rasio 55 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Keempat, Indonesia memiliki sumber daya alam yang merupakan sektor primadona seperti kelapa sawit, karet, cokelat serta tambang dan mineral.

Kelima, peningkatan FDI (Foreign Direct Investment) tahun 2012 mencapai 30 miliar dollar AS, meningkat dari tahun 2011 yang tercatat 19 miliar dollar AS.

Keenam, program andalan yang diinisiasi oleh pemerintah, MP3EI (Master Plan Percepatan dam Pengembangan Ekonomi Indonesia) diyakini akan mampu mengejar ketertinggalan infrastruktur nasional.

Percepatan infrastruktur merupakan kunci utama dalam percepatan pemenuhan backlog perumahan nasional yang sudah mencapai 13,6 juta unit rumah.

Prospek sektor real estate Indonesia terutama Ibukota Jakarta telah mendapat rekomendasi dari Lembaga Analis Dunia seperti Urban Land Institute dan Pricewater House Cooper di tahun 2013 ini menempatkan Jakarta sebagai kota yang paling prospek untuk investasi di wilayah Asia Pasifik.

"Bahkan Knight Frank dalam "The Wealth Report 2013" menempatkan Jakarta sebagai kota yang paling tinggi dari sisi kenaikan properti (38 persen)," demikian Rusmin.

APRECE (Asia Pacific Real Estate Convention and Exhibition) 2013  diikuti oleh hampir 1.000 peserta pengusaha real estate dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang profesi.

APRECE dibuka dengan opening keynote address oleh Acting Minister for Manpower and Senior Ministerof State dor National Development,  Tan Chuan Jin dan dibuka secara resmi oleh President of National Association of REALTORS (NAR) Gary Thomas dari Amerika Serikat.

APRECE 2013 merupakan forum konvensi dan pameran properti internasional hasil kolaborasi lebih 15 asosiasi real estate dari berbagai kawasan dunia yang juga merupakan platform bagi peserta yang berasal dari berbagai negara asal berbagai kawasan dunia untuk memamerkan berbagai produk dan jasa real estate mereka masing masing kepada para profesional dan investor yang datang dari berbagai kawasan dunia.

Di ajang ini, sejumlah pengembang, arsitek, konsultan, asosiasi real estate, real estate brokers, realtors, marketing tools providers, dan exhibitor lainnya hadir.

Berbagai pakar internasional tampil mewakili berbagai kawasan dunia untuk mempresentasikan isu dan perkembangan real estate dunia terkini untuk berbagi pengetahuan dan ide, property outlook terkini, legislasi, kebijakan, pajak dan regulasi, pengetahuan properti dan etika praktek, perangkat bisnis profesional dan pengembangan kemampuan.

Melalui berbagai sesi seminar, para peserta akan banyak belajar dari para profesional industri real estate lokal maupun internasional untuk berbagi tentang berbagai isu dan topik dunia terkini.
 

 


Editor :
Robert Adhi Ksp