Jumat, 1 Agustus 2014
BANJIR
Dipaksa Keadaan, Membuat Rumah "Tahan Banjir"
Penulis : Tabita Diela | Jumat, 18 Januari 2013 | 20:10 WIB
|
Share:
YUNIADHI AGUNG
Warga melintasi genangan air di Jalan KH Hasyim Ashari, Ciledug, Tangerang, Jumat (18/1/2013). Kawasan ini sudah terendam selama empat hari dan mengakibatkan jalur transportasi warga dari dan menuju kota Jakarta menjadi terhambat. KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

KOMPAS.com — Tentunya, tidak ada orang yang ingin membangun rumah di daerah banjir. Namun, jika kondisi memaksa, Anda harus beradaptasi dengan keadaan.

Pada satu titik tertentu, keadaan mungkin akan memaksa Anda membuat rumah yang mampu meminimalisasi kerugian musibah banjir. Setidaknya, meski "dikepung" air, Anda mampu membuat rumah yang bisa menjaga agar barang-barang Anda tetap aman. Berikut ini beberapa masukan untuk Anda dalam membangun rumah yang "tahan banjir":

Pastikan fondasi

Pertama-tama, Anda harus memastikan fondasi rumah Anda lebih tinggi dari jalan di depan rumah Anda. Setidaknya fondasi tersebut 40 cm sampai 50 cm lebih tinggi dari jalan di depan rumah Anda.

Tinggi lantai Anda juga dapat menaikkan tinggi lantai. Pastikan jarak antara lantai dan plafon tidak terlalu dekat agar Anda tidak sulit beraktivitas di dalam rumah.

Minimalkan kayu

Kedua, minimalisasi penggunaan rangka kayu di rumah Anda. Pasalnya, rangka kayu akan mudah lapuk dan membahayakan Anda dan keluarga.

Sistem drainase

Ketiga, pastikan Anda menggunakan katup one-way pada sistem drainase untuk mencegah arus balik dari saluran pembuangan ke dalam rumah Anda. Selain itu, sebaiknya Anda juga merancang agar saluran drainase, septic tank, serta instalasi listrik aman dari banjir.

Sumur resapan

Keempat, pastikan Anda membuat sumur serapan di pekarangan rumah Anda. Fungsi sumur ini adalah menyerap air hujan serta memastikan adanya ketersediaan air tanah.

Atur posisi ruang

Kelima, atur posisi ruang-ruang di dalam rumah Anda agar Anda lebih banyak beraktivitas pada lantai dua. Gunakan lantai pertama hanya untuk ruang duduk atau ruang berolahraga. Fungsi dari pengaturan tersebut agar Anda lebih mudah "mengungsikan" barang-barang jika banjir datang.

Selain itu, Anda juga dapat membuat kolam ikan di rumah Anda untuk mengurangi efek banjir. Namun, jika banjir yang terjadi di rumah Anda cukup besar, Anda harus merelakan hewan peliharaan Anda di dalam kolam tersebut hilang.

Sebenarnya, ada cara lain. Anda juga dapat ikut serta dalam pencegahan banjir daripada membuat "barikade" di rumah Anda. Jika seluruh warga kota ikut mencegah banjir, Anda tidak perlu bersusah payah mengungsi atau membuat rumah "tahan banjir".

Selain membuat sumur serapan, Anda dapat mulai mencegah banjir dengan mengurangi atau bahkan tidak sama sekali membuang sampah ke saluran kota. Mudah bukan?

Baca juga: Pilih Banjir, Tunggu Jokowi, atau Bikin Lubang Biopori?

Sumber :
Berbagai Sumber

Editor :
Latief