Senin, 21 April 2014
Perumahan
Pemerintah Dorong Pembangunan Rumah Buruh
Penulis : Brigita Maria Lukita | Jumat, 4 Januari 2013 | 21:57 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan akan mendorong pembangunan rumah untuk buruh atau pekerja. Pembangunan rumah diprioritaskan berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Hal itu dikemukakan Djan Faridz kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/1/2013). Terkait hal itu, sejumlah perubahan dilakukan untuk program rumah buruh.

Saat ini, rumah buruh dibangun untuk keluarga. Dalam setiap pembangunan menara kembar (twin block), hanya terbangun maksimal 5 lantai dengan daya tampung 91 keluarga. Mulai tahun ini, setiap menara rusunawa akan dibangun sebanyak 6 lantai dengan sasaran buruh lajang, sehingga daya tampung bisa meningkat menjadi 662 orang.

Ia menambahkan, komponen pengeluaran buruh terbesar saat ini adalah kontrak rumah dan transportasi. Untuk menekan biaya tersebut, maka rusunawa akan dibangun berdekatan dengan lokasi-lokasi industri di  Karawang, Bekasi, dan Tangerang. Di Jakarta, pembangunan rusunawa diarahkan ke kawasan berikat di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Tahun ini, jumlah total pembangunan rumah untuk buruh ditargetkan menampung minimal 10.000 tempat tidur, termasuk kawasan perumahan.


Editor :
Nasru Alam Aziz