Kamis, 2 Oktober 2014
Ingat, Turis Malaysia Tak Hanya dari Kuala Lumpur
Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F | Rabu, 24 Oktober 2012 | 13:16 WIB
|
Share:
BUDI SULIS
Anak tangga menuju Gua Batu di Kuala Lumpur.

BANDUNG, KOMPAS.com - Selama ini wisatawan asal Malaysia memberikan kontribusi besar pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bandung. Nyatanya, turis Malaysia dimaksud sebenarnya lebih banyak berasal dari Kuala Lumpur.

"Kita baru melirik wisatawan dari Kuala Lumpur. Padahal Malaysia masih ada Sabah dan Serawak. Bagi turis Malaysia, Bandung sudah menjadi destinasi utama," kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan (Asita) Jawa Barat, Herman Rukmanadi pada seminar "Bandung Tourism Outlook 2013" di GH Universal Hotel, Bandung, Senin (22/10/2012).

Jawa Barat sebenarnya luas dan destinasi wisata di Jawa Barat tak hanya Bandung. Namun, lanjut Herman, destinasi wisata di Jawa Barat yang turis Malaysia ketahui hanya Bandung saja. Oleh karena itu, perlu adanya promosi mengenai pariwisata Jawa Barat kepada calon wisatawan asal Malaysia.

"Kita baru buka kantor perwakilan di Kuala Lumpur, ini untuk travel agent dan industri tidak bayar untuk menitipkan materi promosi seperti brosur di kantor ini," katanya.

Selain itu, katanya, turis Malaysia peduli sekali pada urusan makanan. "Kenapa Malaysia lebih banyak datang ke sini daripada Bali, karena selalu yang mereka cari adalah halal food," tuturnya.

Ia menuturkan, sangat jelas pasar utama bagi Jawa Barat adalah regional, terutama Malaysia. Herman juga melihat Thailand akan menjadi pasar potensial bagi Bandung dan Jawa Barat pada umumnya.

Sayangnya, ia mengakui tidak lebih dari 12 persen anggota Asita Jawa Barat yang melakukan inbound atau wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia, dalam hal ini Jawa Barat. Anggota Asita Jawa Barat terdiri dari 151 anggota.

"Ini dampak ke pemasukan turis. Kita harus sadari bahwa Asita adalah mitra pemerintah untuk sama-sama menaikkan jumlah wisman ke negara ini," katanya.

Bandara Husein Sastranegara di Bandung sebagai pintu masuk bagi wisatawan ke Jawa Barat melalui jalur udara sendiri belum menjadi bandara internasional. Saat ini, bandara tersebut melayani penerbangan langsung ke luar negeri baru melalui rute Singapura dan Kuala Lumpur.


Editor :
I Made Asdhiana