Minggu, 23 November 2014
Sekolah di Luar Negeri
Setelah Malaysia, SMP Terbuka Akan Dibangun di Davao
Penulis : Ester Lince Napitupulu | Rabu, 12 September 2012 | 17:34 WIB
|
Share:
KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU
Ilustrasi: Siswa SMP Terbuka Al Fajri, Kabupaten Bogor memanfaatkan limbah tanaman untuk mempercantik kriya kerajinan. Bahan-bahan limbah didapat di sekitar lingkungan siswa.

JAKARTA, KOMPAS.com- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka yang memberikan layanan pendidikan alternatif untuk mendukung wajib belajar 9 tahun di jenjang SMP akan ditambah di luar negeri. Setelah dibuka di Malaysia untuk melayani anak-anak tenaga kerja indonesia (TKI) di negeri jiran tersebut, tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuka SMP terbuka di Davao, Filipina.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pembinaan SMP Ditjen Pendidikan Dasar Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Didik Suhardi di Jakarta, Rabu (12/9/2012). Di Jakarta, saat ini sedang digelar Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) bidang akademik SMP Terbuka tahun 2012.

Didik menambahkan, selain menambah unit SMP Terbuka di luar negeri, ke depan Kemdikbud juga berencana untuk mengubah metode pembelajaran SMP Terbuka yang sekarang berbasis modul menjadi berbasis teknologi informasi.

"Secara bertahap, uji coba pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi di SMP Terbuka sudah dilakukan di berbagai tempat," kata Didik.

Menurut Didik, prestasi SMP Terbuka dalam ujian nasional (UN) juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tiga atau empat tahun lalu, tingkat kelulusan siswa SMP Terbuka dalam UN sekitar 50 persen. Pada tahun ini tingkat kelulusan UN SMP Terbuka meningkat menjadi 80 persen.

Saat ini jumlah SMP Terbuka ada 2.111 dengan jumlah Tempat Kegiatan Belajar (TKB) 7.413, yang melayani 67.711 peserta didik kelas VII, 78.271 peserta didik kelas VIII, dan 102.450 peserta didik kelas IX, dengan jumlah guru bina sebanyak 26.248 dan guru pamong 15.221 orang.


Editor :
Marcus Suprihadi