Jumat, 31 Oktober 2014
KAMAR ANAK
Menyimak Konsep "ABC" untuk Kamar Anak
Selasa, 11 September 2012 | 13:42 WIB
|
Share:
Shutterstock
Adaptability bisa diartikan mudah diadaptasi sesuai pertumbuhan dan kebutuhan anak. Tentu saja, selera dan kebutuhan anak-anak yang sedang tumbuh lebih mudah berubah dibandingkan dengan orang dewasa.

KOMPAS.com - Tiga hal utama yang diperlukan di kamar anak adalah desain yang tumbuh, bahan dengan corak cerah, mudah dirawat dan aman digunakan. Mendesain kamar anak memerlukan pendekatan berbeda dibanding kamar biasa, mulai ide desain, pilihan bahan, hingga penempatan furnitur yang pas.

Selain ada ukuran, Anda juga perlu memahami kemauan sang anak. Bagi mereka, kamar adalah surga bagi dirinya. Kamar merupakan dunia tersendiri, tempat ia bisa "bersembunyi", bermain, atau memimpikan cita-citanya.

Itulah barangkali, Anda dapat memahami, jika di sebuah desain kamar anak begitu meriah. Ada hiasan dinding, warna-warni cerah, atau model furnitur yang dapat meransang imajinasinya.

Memang, banyak informasi dapat Anda peroleh saat merancang kamar anak, mulai internet, buku, majalah, atau media TV. Namun, apapun informasinya, Anda perlu memahami rumusan penataan kamar anak. Rumusan itu biasa disingkat dengan "ABC", yaitu "A" adalah adaptability (mudah diadaptasi), "B" atau brightness (cerah), dan huruf "C" merupakan cleanability (mudah dibersihkan). Berikut pemahamannya:

Adaptability

Adaptability bisa diartikan mudah diadaptasi sesuai pertumbuhan dan kebutuhan anak. Tentu saja, selera dan kebutuhan anak-anak yang sedang tumbuh lebih mudah berubah dibandingkan dengan orang dewasa.

Akan tetapi, tidak mungkin orang tua mengikuti setiap kemauan anak yang berbeda pada tiap masa kembang tumbuhnya. Salah satu solusinya adalah dengan memodifikasi background ruang, baik itu menambahkan cat baru atau wallpaper, serta memperbarui aksesori kamar anak.

Brightness

Ini bisa diterjemahkan dengan kehadiran bentuk dan tampilan yang cerah. Hal itu bisa diwujudkan pada pemilihan warna pada bahan, aksesori, dan furnitur cerah.

Warna, secara psikologis akan meransang imajinasi anak dan membuat ruang berkesan lega. Warna-warna pucat dan pastel memang terasa cerah dan menyejukkan untuk kamar anak. Akan tetapi, pada umumnya ketika anak beranjak ke usia remaja dan mulai menyadari lingkungannya, ia akan cenderung memilih warna-warna kuat menyenangkan dan kontemporer. Anda bisa saja memberi kebebasan bagi anak untuk memilih dan menggunakan warna sendiri, namun tentu, dengan pertimbangan dari Anda.

Cleanability

Cleanability bisa berarti mudah dibersihkan. Hal ini menjadi prasyarat untuk rancangan kamar anak, baik itu pilihan bahan dasar atau pelapis yang digunakan pada dinding, lantai, dan furnitur.

Memang, si anak belum tentu rajin membersihkan kamarnya. Namun, sebagai orang tua, Anda bisa membantu mereka memilihkan bahan pelapis dan furnitur yang tidak mudah mengumpulkan debu, seperti wallpaper berbahan vinyl, cat tembok berbahan dasar minyak, dan seprai dengan teknologi bahan kain nano (nanotechnology) yang mampu menangkal debu. (Sherly Susanti)

Sumber :
iDEA
Editor :
Latief