Selasa, 2 September 2014
Arus Mudik, Ada yang Baru di Kampung Rambutan
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Jumat, 10 Agustus 2012 | 04:24 WIB
|
Share:
Fabian Januarius Kuwado
Kepala Terminal Luar Kota Kampung Rambutan, Dwi Basuki, tengah melakukan patroli di wilayahnya. Pihaknya melakukan berbagai persiapan untuk menyambut arus mudik.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang arus mudik Lebaran, pihak Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan melakukan persiapan demi kenyamanan dan keamanan pemudik. Beberapa persiapan yang dilakukan adalah menertibkan calo dan meningkatkan keamanan di lingkungan terminal.

Dwi Basuki, Kepala Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan, mengungkapkan, hingga Kamis (9/8/2012), pihaknya berhasil menertibkan 14 orang calo yang berkeliaran di terminalnya. Namun, petugas hanya mendata para calo tersebut dan melepaskannya kembali. "Kita tertibkan mereka supaya para pemudik yang naik dari terminal bisa nyaman, sekaligus persiapan antisipasi keamanan mudik Lebaran," ujar Dwi.

Dwi melanjutkan, pihaknya menertibkan para calo yang tidak terdaftar sebagai pegawai di 40 perusahaan otobus (PO) yang ada di terminal tersebut. Kebanyakan dari mereka melakukan pelanggaran, tidak menggunakan seragam PO, dan tidak membawa kartu anggota PO. "Sekarang hanya didata dan diberikan pembinaan, kalau besok-besok terjaring lagi maka kita serahkan urusannya ke polisi," lanjutnya.

Persiapan lain yang dilakukan adalah pemasangan kamera CCTV (closed circuit television) di sejumlah titik rawan, antara lain di halaman parkir, koridor tunggu penumpang, dan tempat parkir bus. Penempatan CCTV tersebut guna memantau aktivitas pemudik agar terhindar dari gangguan keamanan. "Kita juga buka posko mudik Lebaran, saya rasa standar ya. Itu semua untuk dikooordinasikan dengan instansi terkait, seperti polisi, Satpol PP, dan lainnya," lanjutnya.

Terminal Luar Kota Kampung Rambutan memiliki luas 8 hektar. Di dalamnya, terdapat 40 PO yang mempekerjakan masing-masing 15 pegawai. Perusahaan itu siap melayani rute perjalanan mudik ke wilayah Jawa dan Sumatera. Pembelian tiket di terminal tersebut pun tergolong mudah, masing-masing PO memiliki loket resmi yang mampu melayani para pemudik sesuai rute masing-masing.


Editor :
Glori K. Wadrianto