Sabtu, 29 November 2014
PENGEMBANG
Agung Podomoro Rancang Tiga Proyek Baru
Rabu, 1 Agustus 2012 | 17:21 WIB
|
Share:
KONTAN/ACHMAD FAUZIE
Agung Podomoro

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mengantongi marketing sales Rp 2,61 triliun di paruh pertama 2012, PT Agung Podomoro Land Tbk kembali ambil ancang-ancang untuk menggarap tiga proyek baru sisa tahun ini. Dengan begitu, perusahaan tersebut merevisi target marketing sales tahun ini dari semula Rp 4,2-Rp 4,3 triliun menjadi Rp 4,6 triliun-Rp 5 triliun.

Kami masih tes pasar dulu.
-- Indra Wijaya

Revisi tersebut dilakukan karena melihat kencangnya penjualan. Sebagai perbandingan, perolehan marketing sales akhir semester I tahun lalu senilai Rp 2,4 triliun, sedangkan per akhir tahun lalu Rp 4,2 triliun. Sebagian besar penjualan masih berasal dari proyek-proyek superblok, seperti Podomoro City, Kuningan City, Green Bay Pluit, dan Green Lake Sunter. Ketiga proyek baru di semester dua antara lain Parahyangan Residence, Metro Park Residence, serta small office home office (SOHO) di Podomoro City Extension.

Adapun SOHO di Podomoro City Extension sudah mulai filing sebulan lalu, sedangkan Parahyangan Residence dan Metro Park Residence baru akan dimulai akhir tahun. Parahyangan Residence dibangun di atas lahan seluas 1 hektare (ha) yang berlokasi di Bandung milik PT JKS Realty, yang 51% sahamnya telah diakuisisi oleh perseroan.

Rencananya, di sana akan didirikan dua menara apartemen untuk kelas menengah dengan investasi Rp 400 miliar. Sedangkan Metro Park Residence yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, akan dikerjakan oleh anak usaha, PT Alam Hijau Teduh. Apartemen tersebut juga menyasar kelas menengah.

Namun, kendati ketiga proyek baru belum diluncurkan secara resmi, Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land, Indra Wijaya, mengklaim peminatnya sudah banyak. Ambil contoh, SOHO di Podomoro City Extension, yang sudah mencatatkan booking 300 unit dari 600 unit, dan Metro Park Residence 500 unit dari 1.200 unit. Parahyangan Residence bahkan sudah dipesan sebanyak 1.400 unit dari alokasi proyek 1.600 unit. Ia mengatakan, SOHO merupakan konsep yang baru dikenalkan perusahaan.

"Kami masih tes pasar dulu," ujar Indra di Jakarta, Senin (30/7/2012) lalu.

Peminat SOHO umumnya perusahaan yang jam kerjanya fleksibel seperti bidang kreatif, production house, IT, atau trading. Kalau SOHO di Podomoro City Extension yang dipasarkan dengan harga Rp 2 miliar per unit sukses, Agung Podomoro Land akan mengembangkan konsep serupa di proyeknya yang lain, seperti di superblok mini di Pancoran, yang saat ini masih dalam tahap desain. Selain meneruskan proyek yang sudah berjalan, Agung Podomoro Land juga berniat mengakuisisi sejumlah lahan atau proyek baru.

"Kami sedang menyiapkan dua-tiga lagi," ungkap Indra.

Dua lokasi yang dibidik berada di Jakarta Utara, yaitu di Pluit untuk extension Green Bay Pluit serta di Kelapa Gading untuk extension Green Lake Sunter. (Adisti Dini Indreswari) 


Sumber :
KONTAN
Editor :
Latief