Kamis, 18 Desember 2014
LANTAI
Cara Tepat Membuat Dak Beton
Penulis : Natalia Ririh | Jumat, 27 Juli 2012 | 20:50 WIB
|
Share:
Shutterstock
Air yang tidak ikut bereaksi menguap akan membentuk pori-pori. Hal ini akan mempengaruhi kekuatan beton yang dihasilkan.

KOMPAS.com - Untuk menambah luas lantai secara vertikal, Anda membutuhkan pelat lantai atau dikenal sebagai dak. Pembuatan dak dapat dilakukan dengan metode konvesional, yaitu menggunakan cor beton dan metode pabrikasi. Ingin tahu bagaimana tahapannya?

Namun, sebelum mengedak, Anda perlu mengetahui luasan pelat lantai yang akan dicor. Bila luasan lebih dari 3 meter x 3 meter, Anda dapat menggunakan balok anak. Pelat lantai yang menggunakan balok anak ketebalan cornya minimal 12 sentimeter, yang bukan ketebalannya 15 sentimeter.

Komposisi beton

Setelah mengetahui luasan pelat lantai, ketahui pula komposisi beton. Pemakaian beton sendiri dimaksudkan untuk pekerjaan struktural dan nonstruktural. Untuk pekerjaan nonstruktural, misalnya, beton mutu B0, volume pasir, kerikil atau batu pecahannya jangan sampai melampaui takaran 8:1.

Sementara itu, untuk struktural biasanya memakai beton mutu B1 dan K125 dengan campuran semen, pasir dan split berkomposisi 1:2:3. Contohnya, jika semen 50 kilogram, maka pasir 100 kilogram, dan split 150 kilogram. Setelah itu, biasanya campuran ditambah pengeras beton sesuai aturan pada kemasan.

Rasio air terhadap semen biasanya 10 – 20 persen, dihitung berdasarkan berat semen yang dipakai. Kelebihan air pada campuran dapat mengakibatkan retak-retak di dalam beton setelah kering.

Air yang tidak ikut bereaksi menguap akan membentuk pori-pori. Hal ini akan mempengaruhi kekuatan beton yang dihasilkan. Ini juga menjadi salah satu alasan, bahwa pengecoran tidak boleh dilakukan ketika hujan, kecuali tempat pengecoran terlindung dari air.

Pengadukan

Proses selanjutnya adalah pencampuran bahan-bahan dasar beton. Pada saat pencampuran, usahakan agar Anda mengaduk sampai adukan bersifat homogen, yakni warna merata, tidak terlalu cair atau kental, serta tidak muncul segregasi atau buti-butir terpisah. Pengadukan kurang homogen akan menghasilkan beton dengan kualitas kurang baik.

Untuk mengaduk, bisa dilakukan secara manual atau dengan mesin. Sedangkan untuk proses pengecoran, harus dilakukan dalam waktu 1 hari. Apabila seluruh pekerjaan pembetonan manual, maka tenaga tukang yang tersedia harus mencukupi supaya pekerjaan selesai dalam sehari. Ilustrasinya, jika Anda menggunakan rasio jumlah tukang dan volume pekerjaan, maka standarnya 0,5 meter kubik per orang.

Untuk lantai 10 meter kubik, maka dibutuhkan 20 tukang. Agar efisien, pekerjaan pembetonan bisa dikompilasi dengan mesin.

Pengecoran

Sebelum menuangkan adukan beton, bekisting perlu lebih dulu dibuat kemudian lakukan pembesian. Pembesian elemen struktur seperti kolom, balok, pelat saling mengikat sehingga menjadi kesatuan rangkaian. Agar jalinan semakin kaku maka semua elemen tersebut dicor bersamaan dalam waktu cepat.

Pada proses bekisting, biasanya sisi papan berhadapan dengan adukan beton yang diolesi minyak atau oli. Tujuannya agar setelah kering, pencetaknya tidak melekat pada beton.

Adonan semen jangan dibiarkan terlalu lama di tempat pengadukan akrena dapat mengeras. Setelah dituang, cor beton akan cepat mengeras, cara menyiasatinya setelah pengecoran beton disiram dengan air bersih sedikit demi sedikit. Hasil optimalnya, Anda bisa menunggu cetakan beton hingga 2 minggu.

(Swasti Triana Chrisnawati)


Sumber :
Tabloid Rumah
Editor :
Latief