Kamis, 24 April 2014
KREDIT
BJB Salurkan Kredit Rp 27,8 Triliun
Penulis : M.Latief | Selasa, 1 Mei 2012 | 20:34 WIB
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Jawa Barat Banten (BJBR) membukukan pertumbuhan kredit sebesar 20,6%, menjadi Rp 27,819 triliun pada kuartal I tahun 2012. Tahun ini, BJB juga berencana meningkatkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), selain pinjaman untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia yang terfokus di beberapa daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Banjarmasin.

Direktur Utama BJBR Bien Subiantorodalam siaran pers di Jakarta, Selasa (1/5/2012), mengatakan pertumbuhan kredit BJB saat ini didorong oleh ekspansi kredit, baik ke sektor UKM maupun perluasan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan skala nasional. Bien mengatakan, perseroan berupaya melakukan ekspansi penyaluran kredit baik ke sektor UKM maupun perluasan kerjasama dengan perusahaan multinasional. Di samping itu, perseroan juga menjalankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga secara konsisten portofolio rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

"Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 21% di kuartal I tahun ini. NPL kami juga tetap terjaga di angka 1,2%," ujarnya.

Porfolio kredit BJBR terdiri dari kredit mikro, kredit konsumer, kredit komersil dengan pertumbuhan masing-masing secara berurut sebesar 21,6%, 20,8%, dan 16%. Bien menjelaskan, sesuai laporan keuangan kuartal I-2012, laba bersih perseroan meningkat 4% dari Rp 260 miliar menjadi Rp 270 miliar. Peningkatan ini ditopang penurunan biaya dana (cost of fund) seperti bunga deposito. Sementara aset perseroan mencapai Rp 63,68 triliun atau tumbuh 36,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,66 triliun.

"Bunga deposito diturunkan dari 6,6% pada kuartal pertama 2011 menjadi 6,4% pada kuartal pertama 2012. Sampai Juni ini mau kita turunkan sampai 5,9% supaya menghemat biaya," ujar Bien.

Meski bunga deposito turun, BJBR optimistis dana pihak ketiga (DPK) bakal tetap tumbuh. Hingga kuartal I-2012, DPK BJBR naik 69,4% menjadi Rp 32,25 miliar dari Rp 19,907 miliar pada kuartal pertama 2011. Adapun komposisi DPK BJBR, giro menjadi Rp 12,08 triliun atau naik 20,6%, tabungan menjadi Rp 32,35 triliun atau naik 32,3% triliun, dan deposito menjadi Rp 49,53 triliun atau naik 69,4%.

"Dengan komposisi kredit dan DPK tersebut, loan to deposit ratio (LDR) kami di kuartal I ini turun dari 70% menjadi 56,6%," tuturnya.


Editor :
Latief