TREN PROPERTI
Prospek Hotel "Budget" dan Kondotel Makin Cerah
Penulis : M.Latief | Rabu, 11 April 2012 | 11:10 WIB
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis hotel dan kondominium hotel (kondotel) akan meningkat hingga akhir tahun 2012 menyusul stabilnya kondisi perekonomian Indonesia.

Untuk bisnis hotel, BEP-nya sangat menarik bagi investor. Untuk proses pembangunan hotel, terutama hotel bintang empat dan lima dengan kapasitas kamar 150-200 kamar, bisa memakan waktu satu hingga dua tahun.
-- Ali Tranghanda

"Saat ini, sejumlah pengembang raksasa mulai membidik segmen hotel budget (bertarif murah), seperti Ciputra dan Intiland," kata pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, di Jakarta, Selasa (10/4/2012).

Menurut dia, investor terus membangun kondotel dan hotel budget karena break event point (BEP) dari hotel jenis ini terbilang lebih cepat, yakni berkisar 5-6 tahun.

"Untuk bisnis hotel, BEP-nya sangat menarik bagi investor. Untuk proses pembangunan hotel, terutama hotel bintang empat dan lima dengan kapasitas kamar 150-200 kamar, bisa memakan waktu satu hingga dua tahun," ujarnya.

Lebih lanjut, Ali berpendapat, untuk kondotel para pengembang mulai banyak mengincar kawasan di luar daerah. Di Bali, misalnya.

"Kondotel mulai gencar di Bali sejak tahun lalu dan investasi tersebut memiliki potensi yang tinggi. Pasar kondotel akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan ekonomi di Indonesia," paparnya.

Ali menambahkan, bisnis hotel budget dan kondotel memiliki prospek bagus untuk dikembangkan. Pasalnya, masyarakat kelas menengah merupakan pasar yang potensial dan semakin meningkat populasinya seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang positif.

"Mulai awal tahun, pengembang banyak mengalihkan konsumennya di kelas menengah," katanya.

Sumber :
ANT

Editor :
Latief