Kamis, 24 April 2014
INVESTASI PROPERTI
Tahan Emosi Demi Kepentingan Investasi
Penulis : Natalia Ririh | Selasa, 10 April 2012 | 14:04 WIB
|
Share:
Shutterstock
Bagi Anda, calon investor atau pebisnis, sangat penting melihat kualitas bangunan rumah agar investasi yang ditanamkan dapat menghasilkan.

KOMPAS.com - Membeli rumah sebagai investasi harus bisa mengesampingkan emosi. Karena bila emosi sangat menguasai Anda, hasil akhirnya tidak akan sesuai seperti yang Anda rencanakan.

Membeli rumah untuk menghasilkan keuntungan, setidaknya mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya harus jeli melihat waktu yang tepat untuk membeli rumah tersebut. Prinsip dasarnya adalah membeli di saat harga sedang rendah dan kemudian menjualnya ketika harga tengah membubung tinggi. Misalnya, harga tahun lalu Rp 500 juta dan tahun ini sama. Artinya, secara riil harga mengalami penurunan. Maka, inilah waktunya membeli.

Selain waktu, hal tak kalah penting dijadikan pertimbangan adalah lokasi rumah. Lokasi di pusat kota merupakan kawasan prospektif dengan jaminan keuntungan berlipat. Lokasi lain tak kalah potensial adalah kawasan yang berada di kawasan bisnis, dekat perkantoran, serta kawasan baru dengan pertumbuhan ekonomi yang baik.

Bagi Anda, calon investor atau pebisnis, sangat penting melihat kualitas bangunan rumah agar investasi yang ditanamkan dapat menghasilkan. Karena itu, cermati pilihan Anda tentang pengembang perumahan. Cari reputasi pengembang terbaik yang bisa diandalkan untuk urusan ketepatan waktu, kualitas, serta ketepatan sesuai kontrak.

Selanjutnya, Anda juga mesti melihat sisi dari dalam diri Anda sendiri, yakni faktor pembiayaan. Ketiga syarat penting di atas tidak akan berjalan, bila Anda tidak memperhatikan sumber pembiayaan.

Memang, seorang investor harus cermat memilih pembayaran secara tunai, kredit, atau tunai bertahap untuk membiayai investasinya. Perhatikan pula saat Anda memilih salah satunya, apakah sudah sesuai dengan kemampuan dan keadaan.

(Sumber: Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal, Supriyadi Amir/Laskar Aksara)


Editor :
Latief