Minggu, 20 April 2014
RUMAH TIPE 36
Kewajiban Lampu "Solar Cell" Jangan Rugikan Masyarakat
Penulis : Natalia Ririh | Senin, 9 April 2012 | 18:03 WIB
|
Share:
shutterstock
Kebijakan mewajibkan pemakaian lampu tenaga surya pada rumah tipe 36 harus tetap memikirkan kemampuan daya beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) mendukung upaya penghematan energi yang diusulkan pemerintah berupa pemakaian lampu tenaga surya pada rumah tipe 36. Namun, langkah penghematan energi tersebut harus tetap memikirkan kemampuan daya beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Karena pengembang diwajibkan, pasti akan mempengaruhi komponen harga jual rumah yang tentunya membebani masyarakat.
-- Eddy Ganefo

Demikian diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo di Jakarta, Senin (9/4/2012). Namun, kata Eddy, dalam penerapannya nanti penggunaan lampu hemat energi bertenaga surya atau solar cell ini akan tetap mempengaruhi harga jual rumah.

"Karena pengembang diwajibkan, pasti akan mempengaruhi komponen harga jual rumah yang tentunya membebani masyarakat," katanya.

Eddy berharap, kewajiban ini tidak membebani MBR, maka pemerintah memberikan subsidi yang disalurkan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Prasarana Sarana Umum (PSU).

"MBR itu daya belinya rendah, dengan solar cell pasti mempengaruhi harga rumah. Kalau disubsidi mereka tidak akan terbebani," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perumahan Rakyak (Menpera) Djan Faridz meminta para pengembang perumahan menggunakan lampu hemat energi bertenaga surya. Kewajiban ini terutama diperuntukkan untuk pengembang perumahan tipe 36 meter persegi.

Menpera mengatakan, keberadaan lampu hemat energi ini telah banyak tersedia di pasaran meskipun penggunaannya belum disosialisasikan secara nasional. Ia menilai, apabila penggunaan lampu hemat energi ini bisa dilaksanakan, maka akan dapat membantu pemerintah dalam upaya penghematan energi listrik.

Ia menambahkan, untuk tujuan tersebut Kemenpera akan bekerjasama dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Dalam Negeri. Program ini, lanjut dia, tidak hanya berhenti pada rumah tipe 36 saja, namun juga diwajibkan bagi pengembang yang membangun rumah susun dan apartemen.


Editor :
Latief