Jumat, 19 September 2014
1.000 Rumah untuk Wartawan
Penulis : Natalia Ririh | Kamis, 5 April 2012 | 14:13 WIB
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berencana membangun 1.000 rumah untuk para wartawan. Proyek rumah di daerah Citayam, Depok, ini direncanakan akan selesai dibangun dalam waktu enam bulan mendatang.

"Seribu rumah untuk para wartawan ini merupakan arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Menpera Djan Faridz di Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Djan Faridz mengatakan, arahan Presiden ini muncul sebagai bentuk perhatian atas kinerja wartawan. "Nantinya, kami akan menunjuk Perumnas untuk membangun perumahan bagi wartawan ini," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan Kemenpera, harga tanah yang telah ditawarkan sekitar Rp 100.000 per meter persegi. Biaya pembelian tanah Rp 10 juta. Harga bangunan rumah sekitar Rp 25 juta, dan keuntungan untuk para pengembang. "Rumah wartawan ini harganya Rp 45 juta dengan cicilan sekitar Rp 300.000-Rp 400.000," kata Djan Faridz.

Menurut Menpera, ada beberapa kemudahan untuk mendapatkan rumah khusus wartawan ini. Di antaranya, besaran uang muka diusahakan maksimal 10 persen dari harga rumah. Apabila wartawan ikut dalam Jamsostek, maka hal itu bisa ikut membantu penyediaan uang muka.

"Pihak media melalui personalia bisa mengirimkan surat permohonan perumahan bagi karyawannya sebagai penjamin gaji. Wartawan juga datang ke bank untuk kreditnya," katanya.

Dihubungi terpisah, Setyo Maharso, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), mengatakan bahwa pihaknya turut serta dalam pembangunan perumahan untuk profesi wartawan ini. REI rencananya akan ikut membangun 500-1.000 unit, sementara untuk lokasinya masih akan didiskusikan dengan Kemenpera.


Editor :
Kistyarini