Kamis, 27 November 2014
KERAMIK
Keramik yang Kian Apik
Jumat, 16 Maret 2012 | 14:47 WIB
|
Share:
shutterstock
Model-model keramik mirip wallpaper ini memang tengah naik daun karena selain cantik, pemakaiannya juga praktis.

KOMPAS.com - Sejak manusia mengenal api, peradaban berjalan lebih cepat. Api dimanfaatkan untuk menunjang mata pencaharian. Perkakas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dibuat lebih baik dengan menggunakan api.

Sejak 2.000 tahun sebelum Masehi, bangsa Yunani telah membuat peralatan dari bahan nonlogam (tanah liat) yang dipadatkan dengan cara dibakar. Mereka menyebutnya sebagai keramikos. Di daratan China, kegiatan serupa juga dilakukan. Namun, keramik-keramik yang dibuat masyarakat China, lebih banyak ditujukan untuk kepentingan perdagangan dan seni.

Keramik seolah tak punya usia. Kilaunya membuat mata tersihir. Teksturnya yang halus membuat jatuh hati. Dipasang sebagai lantai atau pelapis dinding sama-sama memukau.

Kini, keramik hadir dengan beragam desain dan ukuran. Malah, motifnya banyak yang sudah mengadopsi wallpaper cantik. Dengan memanfaatkan peralatan cetak berteknologi tinggi, keramik sekarang banyak diproduksi tanpa bingkai sehingga ketika dipasang akan menimbulkan kesan menyatu.

Kita juga dikenalkan dengan istilah inserto. Itu merupakan keramik bercorak, yang umumnya dipasang di antara susunan keramik polos. Hasilnya, dinding terlihat seperti menggunakan wallpaper.

Model-model keramik mirip wallpaper ini memang tengah naik daun. Alasannya, ya cantik, ya praktis. Namun, bila ingin menerapkannya di rumah, sebaiknya model ini tidak dipasang menyeluruh pada ruangan. Cukup dipasang sebagai aksen pada satu bidang dinding, misalnya di belakang televisi di ruang keluarga. Kalau dipasang menyeluruh di semua bidang ruangan, model keramik ini justru akan terlihat norak dan kurang elegan.

Selain coraknya, ukuran keramik juga beragam sehingga bisa lebih kreatif dalam pemasangannya. Ukuran yang relatif baru dan unik untuk keramik, semisal 20 cm x 50 cm, 25 cm x 45 cm, 25 cm x 33,3 cm, atau 60 cm x 60 cm.

Namun, bila ingin ruangan terlihat tinggi, Anda bisa memasang keramik ukuran 25 cm x 45 cm secara vertikal. Sedangkan dengan memasangnya secara horizontal akan memberi kesan luas pada ruangan.

Ukuran keramik yang tak umum ini dapat menjadi pusat perhatian pada ruangan. Ada begitu banyak model keramik di pasaran yang membuat harganya semakin murah. Peralatan untuk merawat keramik pun kian lengkap dan murah. (TYS)

Sumber :
Kompas Klasika

Editor :
Latief