Kamis, 23 Oktober 2014
LUAR NEGERI
Di Kanada, Pendatang Pun "Teriak" Soal Rumah
Penulis : M.Latief | Kamis, 15 Maret 2012 | 14:19 WIB
|
Share:
shutterstock
Kanada memiliki salah satu tingkat imigrasi per kapita tertinggi di antara negara-negara maju, karena penduduknya tumbuh 8 per tahun melalui imigrasi hukum.

VANCOUVER, KOMPAS.com - Orang yang baru datang ke Kanada menemui tantangan untuk mendapatkan perumahan terjangkau dan layak alih-alih tinggal di perumahan miskin. Demikian sebuah studi dari University of British Columbia (UBC) yang diterbitkan Rabu (14/3/2012) secara online oleh SM Metropolis, sebuah pusat penelitian tentang imigrasi dan keragaman.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan, bahwa dengan tingginya lonjakan harga rumah di Kanada membuat kondisi hidup yang buruk. Hal itu disebabkan karena rendahnya pendapatan dari para pendatang baru tersebut, yang sebagian besar, misalnya, memperoleh kurang dari 20,000 Dolar AS di Toronto, yang upah rata-ratanya di sana sebesar 69,000 Dolar AS.

Studi yang dilakukan dengan memilih sampel dari 600 imigran dan pengungsi tersebut dilakukan di Vancouver, Toronto dan Montreal. Hasil studi itu mengungkapkan, bahwa setengah dari mereka yang disurvei dilaporkan tinggal di tempat tinggal yang penuh sesak dengan bahaya, seperti kelembaban dan jamur, kerusakan pipa, gangguan serangga dan pemanas yang tidak memadai.

"Apakah kita membayar sewa dan kami lapar, atau kita tinggal di kandang ayam tapi kita makan," kata seorang responden di Montreal.

Kebanyakan dari mereka yang disurvei mengatakan, bahwa mereka menghabiskan lebih dari setengah pendapatan mereka hanya untuk perumahan, yaitu 15% pengeluaran dari 75% atau lebih pendapatan mereka hanya untuk anggaran perumahan.

Daniel Hiebert, seorang profesor di University of British Columbia dan penulis utama studi tersebut, mengatakan, studi ini menunjukkan kurangnya perumahan yang terjangkau di kota-kota besar di Kanada. Hal ini menimbulkan dampak besar pada para pendatang baru di negara tersebut.

Dia menambahkan, bahwa banyak pendatang baru mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Hal itu terjadi meskipun mereka memiliki keterampilan yang diperlukan dan kualifikasinya.

"Perumahan merupakan masalah utama bagi masyarakat tersebut," ujarnya.

Kanada memiliki salah satu tingkat imigrasi per kapita tertinggi di antara negara-negara maju, karena penduduknya tumbuh 8% per tahun melalui imigrasi hukum. Negara tersebut menerima lebih dari 280 ribu penduduk tetap baru pada tahun 2010.

Sumber :
Ant, Xinhua, Oana

Editor :
Latief