FASAD
Menyiasati Dua Rumah Kopel Tetap "Nyambung"
Penulis : Natalia Ririh | Selasa, 13 Maret 2012 | 14:31 WIB
|
Share:
shutterstock
Menyiasati perbedaan dua fasad ini, Anda sebetulnya dapat melakukan perombakan kecil, yaitu dengan menambahkan tanaman.

KOMPAS.com - Dalam pengembangan rumah sederhana muncul istilah rumah kopel. Konsep rumah kopel adalah berhimpitan, yang biasanya memanfaatkan satu dinding, seperti terlihat menyambung, padahal terdiri dari dua rumah.

Namun, karena luasnya sempit sementara kebutuhan ruang meningkat, orang kemudian membeli dua rumah kopel. Masalahnya, fasad rumah antara desain lama dan desain baru menjadi tidak "nyambung", padahal masih satu rumah. Hal ini bisa terjadi lantaran orang mengabaikan desain fasad dari pengembang karena terdesak kebutuhan ruang.

Menyiasati perbedaan dua fasad ini, Anda sebetulnya dapat melakukan perombakan kecil, yaitu dengan menambahkan tanaman. Dengan menjadi elemen pada fasad, tanaman dapat mempercantik desain serta menyambung dua konsep. Misalnya, Anda membuat secondary skin berisi tanaman rambat yang ditumbuhkan dalam boks besi.

Pada bagian teras, kolom kanopi dikurangi, kemudian kolom teras disatukan menjadi lebih besar. Tambahkan aksen batu untuk memberi kesan kokoh.

Struktur balok atap teras bisa diperkuat dengan menambahkan baja sebagai penguatnya dan ditempelkan di balik balok. Untuk menyamakan konsep tanaman, tambahkan tanaman dalam bak besi yang digantung pada balok di fasad baru. Tanaman rambat dalam bak besi akan menjuntai ke bawah. Dua jenis tanaman dalam boks besi dan tanaman menjuntai menjadi hiasan fasad. Kini, dua komposisi rumah kopel yang berbeda, kini bisa dipadukan jadi satu desain fasad.

Sumber :
iDEA
Editor :
Latief