Jumat, 18 April 2014
BISNIS PROPERTI
Yuk, Cicipi "Gurihnya" Bisnis Sewa Rumah!
Penulis : Natalia Ririh | Senin, 12 Maret 2012 | 12:15 WIB
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi.

KOMPAS.com - Jika kebetulan Anda memiliki beberapa rumah dan tidak dihuni, ada baiknya rumah tersebut disewakan. Lalu, apakah menyewakan rumah bisa mendatangkan keuntungan?

Jawabannya bisa. Namun, kuncinya mesti bersabar. Karena berinvestasi menyewakan rumah termasuk agak lama saat merogoh untungnya.

Menurut Panangian Simanungkalit, dalam bukunya "Rahasia Menjadi Miliarder Properti", rumah yang disewakan biasanya dapat memperoleh capital gain dalam jangka waktu lima tahun. Biasanya, capital gain rumah sewa secara rata-rata lebih tinggi dari tanah kosong. Sebab, rumah sewa telah memiliki manfaat langsung.

Setelah lima tahun, bila Anda memutuskan untuk tidak menjualnya, maka rumah bisa disewakan. Untuk harga rumah yang disewakan, misalnya senilai Rp 600 juta, bisa disewa dengan harga Rp 30 juta per tahun atau 5 %.

Setahun kemudian, bila keadaan ekonomi tidak memburuk, harga sewa rumah bisa dinaikkan sekitar 10% - 15% persen. Jika kawasan tersebut padat, maka kenaikan nilai sewa bisa mencapai 15%. Maka, harga sewanya menjadi Rp 45 juta per tahun.

Kenaikan sewa properti akan diikuti kenaikan nilai tanah. Jika nilai properti sudah naik 15% dari harga semula Rp 600 juta, maka nilainya menjadi Rp 690 juta. Nilai Rp 90 juta atau selisih harga ketika Anda menawarkan di pasar sebelum disewakan dalam setahun inilah yang disebut dengan capital gain.

Faktor lokasi

Berbisnis rumah sewa memiliki tingkat permintaan tinggi. Karena itu cermati lokasi kawasan sekitarnya, terutama di kawasan yang tengah berkembang.

Cara mengamati kawasan berkembang misalnya di kawasan yang berdekatan dengan perumahan-perumahan besar. Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan penghuni perumahan akan dibangun pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Rumah sewa di sekitar kawasan ini, misalnya, dapat dimanfaatkan oleh para karyawan. Di Jakarta, kawasan berkembang banyak terdapat di Jakarta Kota, Kuningan, Senen, Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, Cawang, dan Tebet. Di Bogor, terdapat di Depok, Cibinong, Sawangan, Cileungsi, dan Cibubur. Di Tangerang terdapat di Cipondoh, Serpong, Karawaci, dan Bintaro. Lalu di Bekasi terdapat di Kranji, Pekayon, Pondok Gede, Tambun, Cibitung dan Cikarang.

Tertarik?


Editor :
Latief