Sabtu, 25 Oktober 2014
BISNIS PROPERTI
Delapan "Peluru" Menjadi Pebisnis Properti
Penulis : Natalia Ririh | Jumat, 9 Maret 2012 | 14:40 WIB
|
Share:
shutterstock
Bisnis properti rawan terhadap beragam masalah, terutama legalitas sertifikat tanah. Meskipun kegiatan transaksi dilakukan di depan notaris dan para saksi, Anda harus mampu memahami seluk beluk perizinannya.

KOMPAS.com - Kunci utama menjadi seorang pebisnis properti adalah kepercayaan diri dan niat besar untuk maju. Selain dua modal utama ini, masih ada delapan langkah awal menuju kesuksesan di bidang properti.

Hermawan Wijaya dalam bukunya "77 Rahasia Cepat untung Bisnis Properti" mengatakan, delapan langkah awal tersebut terdiri dari; mencari listing atau menjaring klien, melakukan promosi, mendekati konsumen, mempelajari public relation, belajar kesekretariatan dan hukum, memahami rencana tata ruang kota, bekerjasama dengan agen properti, serta bersikap sabar. Tertarik memahaminya lebih jauh?

Mencari "listing"

Mendapatkan listing tidak harus memohon-mohon. Anda dapat melakukannya lewat taktik penjualan yang halus. Demi menjaring klien, Anda bisa memanfaatkan kesempatan bertemu, berkenalan dan berteman untuk semua orang yang baru ditemui.

Apa yang dimaksud dengan listing? Listing di sini adalah pemilik yang berniat menjual atau menyewakan propertinya, sekaligus orang yang hendak membeli properti dalam jangka waktu dekat. Listing dapat dimiliki dari relasi, teman, kerabat, iklan baris di koran, majalah, dan lainnya.

Setelah mendapatkan mereka, langkah selanjutnya adalah menawarkan kerjasama, misalnya apakah mereka mau menjual rumahnya lewat Anda. Jika harga terlalu tinggi, Anda dapat menawarkan untuk melakukan transaksi dua kali pembayaran.

Anda juga dapat menanyakan, kapan penjual akan menggunakan uanganya. Jangan lupa, minta fotokopi sertifikat rumahnya dan pasang iklan mencari pembeli.

Melakukan promosi

Kegiatan mencari pembeli dapat dilakukan dengan memasang iklan, baik lewat koran, majalah atau memanfaatkan mailing list. Promosi dari mulut ke mulut juga efektif dan memudahkan membentuk jaringan.

Dewasa ini, iklan properti di koran segera beralih ke internet melalui bermacam website. Anda dapat memanfaatkan kemudahan ini dengan menyajikan informasi menarik ditambah foto-foto pendukungnya.

Mendekati konsumen

Anda dapat melakukan pendekatan kepada calon konsumen setelah mendapat respon dari promosi yang sebelumnya telah Anda lakukan. Lakukan pendekatan seoptimal mungkin, sehingga Anda tahu properti apa yang benar-benar tepat bagi calon pembeli. Gali sebanyak-banyaknya informasi, kemudian lihat buatlah daftar properti yang Anda punya dan carikan yang sekiranya tepat untuk mereka.

Mempelajari public relation

Saat mendekati konsumen, berbicara secara meyakinkan merupakan keterampilan mutlak harus Anda miliki. Keterampilan ini menyangkut kemampuan sosial, interpersonal, komunikasi dan kepercayaan. Untuk itu, ada baiknya Anda mengambil beberapa ilmu dari bidang public relation, seperti meningkatkan kemampuan bicara, belajar teknik persuasif, mempelajari karakter orang, mempelajari hubungan antarmanusia, serta kemampuan menjual dan pemasaran.

Belajar kesekretariatan dan hukum

Bisnis properti rawan terhadap beragam masalah, terutama legalitas sertifikat tanah. Meskipun nantinya kegiatan transaksi dilakukan di depan notaris dan para saksi, Anda harus mampu memahami seluk beluk perizinannya. Ini merupakan kemampuan dasar agar Anda tidak terperangkap dalam kasus-kasus tanah serta properti yang kerap bersengketa.

Memahami rencana tata ruang kota

Rencana tata ruang kota sangat mempengaruhi harga jual tanah dan bangunan di wilayah bersangkutan. Ada baiknya Anda melakukan survei ke dinas tata kota suatu daerah untuk mengetahui pengembang wilayah, apakah akan dikembangkan menjadi daerah industri, permukiman, berbasis pendidikan, atau perdagangan untuk beberapa tahun ke depan.

Lalu, apa manfaat nyatanya? Tentu saja, informasi yang Anda dapatkan itu bisa menjadi pertimbangan mencari properti yang tepat bagi calon-calon klien Anda.

Bekerja sama dengan agen properti

Salah satu cara berkecimpung dalam dunia properti adalah dengan menjadi agen properti atau broker. Sebagai perantara antara penjual dan pembeli, seorang agen properti memiliki keterampilan mengenai teknik negosiasi, kekuatan jaringan, bahkan keahlian pembalikan transaksi. Kekuatan ini dapat dimanfaatkan untuk membuka sistem baru yang lebih kompetitif. Namun, tentu saja, kekuatan itu harus dengan standar pelayanan tinggi bagi pengguna jasa Anda, kelak bila Anda sudah mampu berdiri sendiri dan memiliki jaringan cukup kuat.

Nah, bagaimana jika belum kuat? Jangan khawatir! Anda dapat "belajar" terlebih dahulu dengan bergabung di salah satu agen properti. Caranya, Anda bisa menemukan informasinya melalui iklan baris surat kabar atau internet. Setelah menemukan yang tepat, proses menjadi anggota agen properti bisa Anda tanyakan. Jangan lupa, tanyakan kontraprestasi, gaji, serta sistem kerjanya.

Bersikap sabar

Jangan anggap sepele langkah yang terakhir ini. Karena sikap sabar sangat diperlukan terutama saat menjalankan bisnis properti. Dari langkah listing sampai closing dibutuhkan kesabaran ekstra. Misalnya, pembeli yang tidak tertarik listing Anda bisa dengan seenaknya berlaku tidak menyenangkan. Atau, saat Anda menelepon, pembeli tidak mau mengangkatnya. Sikap sabar yang tinggi pun diperlukan agar hubungan dengan relasi Anda tetap selalu terjaga.


Editor :
Latief