Selasa, 21 Oktober 2014
HUNIAN VERTIKAL
Pilah-Pilih, dari Rusunami sampai Kondotel
Kamis, 8 Maret 2012 | 14:43 WIB
|
Share:
shutterstock
Harga rumah susun kerap dijadikan acuan untuk menentukan kelas rumah susun meskipun belum ada standar harga yang baku.

KOMPAS.com - Ada beragam jenis rumah susun menurut kelas dan harganya. Jenis hunian vertikal itu meliputi apartemen untuk masyarakat menengah bawah, apartemen kelas menengah, hingga apartemen menengah ke atas dan kelas atas. Hingga kini, belum ada standar baku untuk penggolongan rumah susun.

Harga rumah susun kerap dijadikan acuan untuk menentukan kelas rumah susun meskipun belum ada standar harga yang baku. Secara umum, apartemen dikategorikan kelas menengah bawah jika harganya di bawah Rp 200 juta per unit, apartemen menengah apabila harganya Rp 200 juta-Rp 500 juta per unit, apartemen menengah atas untuk harga satuan di atas Rp 500 juta - Rp 1 miliar, serta apartemen kelas atas jika harga per unitnya melampaui Rp 1 miliar.

Produk apartemen yang ditawarkan dapat berstatus kepemilikan strata title (kondominium) ataupun apartemen sewa. Status kepemilikan satuan rumah susun (sarusun) terbagi lagi atas sarusun di atas tanah hak milik, hak guna bangunan atau hak pakai di atas tanah negara, serta hak guna bangunan atau hak pakai di atas tanah hak pengelolaan.

Untuk hak guna bangunan (HGB), masa kepemilikan berlaku rata-rata 30 tahun dan dapat diperpanjang. Konsumen dikenakan biaya perpanjangan HGB lahan sesuai dengan luas hunian.

Adapun kepemilikan bangunan tidak perlu lagi diperpanjang karena konsumen sudah memiliki sertifikat hak milik satuan rumah susun. Sementara itu, apartemen dengan status kepemilikan hak pakai umumnya berlaku untuk konsumen warga negara asing dengan masa kepemilikan berlangsung 25 tahun dan dapat diperpanjang maksimum sampai 70 tahun. (LKT)

Sumber :
Kompas Ekstra

Editor :
Latief