Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
SEMEN
Pentingnya Desain untuk Kurangi Polutan
Natalia Ririh | Latief | Kamis, 23 Februari 2012 | 13:34 WIB
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri bangunan telah menyumbang polutan yang berdampak pada aspek kesehatan. Karena itu, desain yang cerdas dipandang mampu mengeliminir hal tersebut.

Disiasati lewat desain, seperti bagaimana menutup dindingnya, bagaimana perputaran udaranya, juga pemanfaatan materialnya sehingga dampak yang ditimbulkan semen bisa menurun.
-- Franky Welirang

"Untuk mengurangi polutan, penggunaan material dalam desain cukup menentukan," kata Franky Welirang, Wakil Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, kepada wartawan sesuai membuka Kick off Meeting Indocement Award 2012 di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Franky mencontohkan, misalnya penggunaan semen bisa memberi dampak pada sisi kesehatan. Semen kemungkinan akan berlumut atau berdebu, namun penggunaanya tak bisa dielakkan dari kebutuhan struktur bangunan.

"Karena itu, disiasati lewat desain, seperti bagaimana menutup dindingnya, bagaimana perputaran udaranya, juga pemanfaatan materialnya sehingga dampak yang ditimbulkan semen bisa menurun," ujarnya.

Karena memandang pentingnya desain dalam bangunan, Franky mengatakan, lewat Indocement Award 2012 para stakeholder ditantang menunjukkan kinerja, karya, dan inovasi, serta kreativitas terbaiknya di bidang konstruksi.

"Kalau berbicara desain tidak semata-mata tentang produk saja, tapi melihat bagaimana ke depannya. Ini bersifat menyeluruh dan mencakup ramah lingkungan, penghematan energi, perilaku manusia, kesehatan, sampai keamanan," jelasnya.



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?