Sabtu, 1 November 2014
KEMARIK
Ini Lho, Tempat Berburu Keramik Murah di Bogor!
Selasa, 15 November 2011 | 18:42 WIB
|
Share:
Fahriyadi/KONTAN
Sentra penjualan ubin keramik ini muncul sejak tahun 1990-an.

BOGOR, KOMPAS.com - Bagi yang berminat berburu ubin keramik berharga murah, sebaiknya datang ke sentra ubin keramik Cikuda Wanaherang, di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Di sana terdapat 20 pedagang ubin keramik yang menjual produk-produknya dengan harga miring.

Walau kualitas kelas dua, kami menjual dengan harga terjangkau.
-- Rudi Halidi

Untuk mencapai lokasinya tidaklah sulit. Pedagang ubin keramik tersebut berjajar di sisi kanan dan kiri jalan Cikuda Wanaherang. Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Cileungsi.

Menuju lokasi bisa menggunakan akses jalan Cibubur menuju Cileungsi. Setelah itu, Anda bisa mengambil jalan menuju arah Gunung Putri. Dari Cibubur sampai lokasi setidaknya butuh waktu 20 menit sampai 30 menit dengan kendaraan pribadi.

Saat tiba di lokasi, mata dengan mudah tertuju pada tumpukan ubin keramik dengan beragam motif, jenis dan ukuran. Pedagang ubin keramik di sentra itu memajang dagangan di halaman rumah yang disulap menjadi kios ubin keramik.

Sentra penjualan ubin keramik itu muncul sejak tahun 1990-an. Saat itu warga menampung ubin keramik cacat produksi dari pabrik yang ada di sekitar Cikuda Wanaherang. Setelah diperbaiki, ubin keramik itu dijual lagi di lokasi yang kini dikenal sebagai sentra ubin keramik Cikuda Wanaherang.

Agus, salah seorang pedagang ubin keramik di sentra itu mengaku, dirinya adalah pedagang pertama yang membuka lapak ubin keramik di sentra itu.

"Saya mulai usaha sejak tahun 1992," kata Agus.

Selain Agus, ada Warno dan Rohmat yang juga ikut buka lapak. Dengan adanya lapak, warga dengan mudah memajang dan memasarkan ubin keramik itu. Apalagi, mereka menjual ubin keramik dengan harga miring.

"Karena ramai, banyak warga ikut profesi kami," jelas Agus.

Pedagang ubin keramik di sentra Cikuda Wanaherang itu menjual ubin keramik seharga Rp 23.000 per meter persegi (m2), sedangkan ubin jenis granit dijual mulai Rp 55.000 per m2. Menurut Agus, kehadiran sentra ubin keramik itu membuat ekonomi warga Cikuda Wanaherang membaik.

Sebagian warga yang berbisnis ubin keramik bisa tersenyum karena menikmati laba yang menggiurkan. Namun ada juga pedagang ubin keramik lain yang tersenyum getir karena usaha mereka gagal di tengah jalan.

"Jualan ubin keramik tidak seperti rumus matematika yang punya hitungan pasti, jika usaha dikelola baik bisa sukses, tapi kalau salah kelola bisa rugi, " kata Agus, pemilik kios Sahabat Keramik itu.

Salah satu warga yang tertarik berbisnis ubin keramik itu adalah Rudi Halidi. Pemilik Maura Keramik ini mulai membuka usaha sejak Maret 2011.

"Awalnya, saya berjualan keramik sebagai usaha sampingan, tapi ternyata usaha ini bisa jadi sandaran hidup kami," terangnya.

Walau terbilang baru, usaha Rudi itu berkembang karena ubin keramik yang ia jual menyasar segmen pasar menengah ke bawah.

"Walau kualitas kelas dua, kami menjual dengan harga terjangkau," kata Rudi.

Kini, pasokan ubin keramik pedagang tak lagi datang dari pabrik keramik di Cikuda Wanaherang saja. Banyak pabrik keramik di Bogor dan Karawang ikut memasok ubin keramik kepada para pedagang di Cikuda ini. (Fahriyadi)

Sumber :
KONTAN
Editor :
Latief