Jumat, 31 Oktober 2014
BURSA PROPERTI
Bisnis Properti "Online" Masih Andalkan Produk Seken
Rabu, 26 Oktober 2011 | 15:54 WIB
|
Share:
shutterstock
Ambil contoh Rumah123.com yang bersinergi dengan Iproperty.com, misalnya. Sekitar 70 proyek yang ditawarkan berupa properti bekas, selebihnya properti baru.

JAKARTA, KOMPAS.com — Berjualan produk properti melalui media internet perlahan mulai tampak dilirik serius. Hal ini terlihat dari bermunculannya perusahaan online yang khusus meladeni bisnis properti.

Darmadi Darmawangsa, Ketua Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi), berpendapat, portal menjadi kanal marketing baru bagi broker dan pengembang. Ambil contoh Rumah123.com yang bersinergi dengan Iproperty.com, misalnya. Sekitar 70 persem proyek yang ditawarkan berupa properti bekas, selebihnya properti baru.

"Semua properti ditawarkan di sini. Properti untuk kalangan menengah ke atas juga dijual di portal properti online ini," kata Darmadi, di Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Umumnya, broker mendapat komisi 2,5 persen dari penjualan via online ini. Hal tersebut jelas membantu pengembang melariskan proyeknya.

Namun, pengembang jangan berharap banyak dahulu lewat metode ini. Sebab, umumnya pembeli properti berusia 40 tahunan. Sementara pada periode usia itu kecenderungannya konsumen properti jarang yang rajin mengakses internet untuk mencari rumah atau apartemen.

"Sebab, orang pikir-pikir mau beli online, biasanya lihat langsung. Sekalipun seken, tetap lebih aman kalau lihat langsung," kata dia.

Sejauh ini, berjualan properti di online baru menjadi ajang memberi informasi. Darmadi meramalkan, bisnis properti online bakal semarak pada 5-10 tahun lagi, saat orang dari segala umur sudah melek teknologi. Juga, ketika usia pembeli properti lebih luas.

Sekadar informasi, dari prediksi penjualan properti yang menyentuh Rp 170 triliun tahun ini, sekitar 70 persen di antaranya produk seken. (Maria Rosita)

Sumber :
KONTAN
Editor :
Latief