Kamis, 21 Agustus 2014
MENATA RUMAH
Jangan Berkecil Hati Punya Rumah Mungil
Penulis : Ester Meryana | Senin, 10 Oktober 2011 | 14:10 WIB
|
Share:
shutterstock
Anda bisa menggunakan sejumlah trik sehingga rumah mungil Anda bisa terkesan lapang.

KOMPAS.com - Anda yang memiliki rumah mungil tidak perlu berkecil hati. Karena sebenarnya, Anda bisa menggunakan sejumlah trik sehingga rumah Anda bisa terkesan lapang. Mau tipsnya?

Pertama kali, sebelum mendesain interior, itu kita harus tahu, kita kepengin gaya seperti apa. Itu penting, nantinya berkorelasi dengan keseluruhan.
-- Dina Hartadi

"Pertama kali, sebelum mendesain interior, itu kita harus tahu, kita kepengin gaya seperti apa. Itu penting, nantinya berkorelasi dengan keseluruhan," ujar Dina Hartadi, Wakil Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) cabang Jakarta, kepada KOMPAS.com, di Jakarta, Jumat (8/10/2011).

Menurut Dina, biasanya rumah mungil lebih cocok ke gaya modern minimalis. Tips kedua, yang tidak kalah pentingnya, adalah penataan ruang itu harus compact.

"Artinya, furniturnya kalau bisa jangan sembarang beli, lebih baik didesain sendiri," ujarnya.

Dina mengatakan, hal tersebut bertujuan agar ukuran furnitur bisa lebih pas, juga supaya bisa multifungsi. Sebutlah, misalnya, memilih meja tamu. Ketimbang sekedar meja berkaki empat atau berbentuk polos seperti biasanya, meja bisa dimodifikasi dengan bagian bawahnya difungsikan sebagai laci penyimpanan.

Dia menambahkan, hal itu perlu dilakukan karena biasanya rumah kecil kurang memiliki laci penyimpanan.

"Jadi, ukurannya harus tepat," tegas Dina.

Oleh sebab itu, Dina menyarankan, jangan membeli furnitur sembarangan. Anda lebih bagus mengukur dan membuatnya sendiri.

"Bahkan, kalau perlu, meja makan hingga lemari pakaian semuanya buat sendiri, sehingga jatuhnya lebih bagus," saran Dina.

Ia juga menyarankan, lemari dibuat secara built in, yang ukurannya menutup satu dinding penuh. Dengan cara itulah, Anda bisa mengatur bagian atas lemari sebagai ruang penyimpanan barang, seperti koper, sedangkan bagian bawahnya sebagai penyimpan pakaian.

"Dan, lemari built in dibuat ke dalam dinding sehingga ruangan tidak terasa penuh," ujarnya.