Kamis, 28 Agustus 2014
Kebakaran Hutan
Kebakaran Hutan Pemalang Capai 25 Hektar
Minggu, 2 Oktober 2011 | 12:32 WIB
|
Share:
k9-11
Ilustrasi : Petugas kebakaran saat memadamkan api di hutan lindung Darupono, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2011) malam.

PEMALANG, KOMPAS.com - Kebakaran di kawasan hutan jati dan lereng Gunung Slamet, Pemalang Jawa Tengah, sejak dua bulan terakhir mencapai 25 hektar, diduga akibat membuang puntung rokok sembarangan, serta sisa api unggun yang ditinggal pendaki.

Humas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang Mudro Wiharjo di Pemalang, Minggu, mengatakan, selama September 2011 sekitar 20 hektare hutan jati di wilayah KPH Pemalang terbakar, seluas 17 hektare terbakar pada 16 September, sedangkan tiga hektar lainnya terbakar pada akhir September lalu.

"Hutan jati yang terbakar semuanya merupakan hutan jati di wilayah Selarang, Kecamatan Pemalang yang berada di kawasan sepanjang Jalan Raya Pemalang-Randudongkal," katanya, Minggu (2/10/2011).

Menurut dia, meskipun pohon jati di kawasan tersebut tidak ikut terbakar, namun kebakaran yang diduga akibat kecerobohan manusia membuang puntung rokok sembarangan itu mengakibatkan kerusakan tanah dan mematikan tanaman perdu serta binatang kecil yang berfungsi sebagai humus.

"Kebakaran tidak mengakibatkan pohon tegakan ikut terbakar, karena pohoh jati di kawasan tersebut merupakan jati tegakan tua rata-rata berusia sekitar 40 tahun," katanya.

Ia mengatakan, puntung rokok atau sumber api lainnya memicu kebakaran hutan karena kondisi cuaca panas menyengat serta tiupan angin kencang pada musim kemarau seperti sekarang.

"Sehingga warga sekitar kawasan hutan serta para pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau sengaja membakar ilalang untuk membuka lahan pertanian," katanya.

Sementara itu, sekitar lima hektare hutan di lereng Gunung Slamet tepatnya di Hutan Lindung Petak empat Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Karangsari, Pemalang pada Sabtu (20/8/2011) lalu juga terbakar.

"Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran diduga berasal dari sisa api ungun yang ditinggalkan pendaki dan merambat ke Hutan Lindung Petak empat RPH Karangsari, namun Senin pagi berhasil dipadamkan," kata Humas Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat, Akhmad Ramdhan.

Administratur KPH Pemalang, Erwin, mengatakan, selama musim kemarau Perhutani gencar menyosialisasikan pencegahan kebakaran hutan kepada masyarakat umum, sebagai upaya menghindari dan meminimalisasi kebakaran hutan yang kerap terjadi saat musim kemarau.

"Sejak awal musim kemarau, KPH Pemalang sudah membentuk posko pengendalian kebakaran di enam Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), serta membentuk satgas pemadam kebakaran (damkar) dengan jumlah anggota 200 orang tersebar di 20 RPH," katanya.

Menurut dia, selama musim kemarau, Satgas Damkar yang terdiri atas masyarakat, tokoh masyarakat, dan lembaga masyarakat desa hutan rutin melakukan patroli sekaligus penyuluhan kepada masyarakat umum, terutama terhadap para pengguna jalan yang melintas di areal hutan jati karena kawasan tersebut rawan kebakaran.

Sumber :
ANT

Editor :
Benny N Joewono