Sabtu, 25 Oktober 2014
Ayo Nonton Konser Komodo di Bali...
Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F | Sabtu, 2 Juli 2011 | 00:22 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Penyanyi jazz, Saira Syaharani Ibrahim menghadiri acara diskusi dan sosialisasi Komodo The Real Wonder of The World dan Friends Of Komodo, di Gedung Segita Emas, Jakarta, Jumat (1/7/2011). Sosialisasi ini bertujuan untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo kepada dunia, salah satunya melalui Concert For Komodo yang akan diselenggarakan pada 30 Juli 2011 di Pantai Kuta, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat Bali dan wisatawan yang berada di Bali bersiaplah-siaplah mendapatkan konser musik gratis di tepi pantai. Pentas musik "Concert for Komodo" akan berlangsung di Pantai Kuta, Bali, pada tanggal 30 Juli 2011. Konser akan menampilkan musik etnik dari daerah NTT oleh Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Mercy Dumais, Sandhy Sondoro, dan Friends of Komodo lainnya.

Konser itu nanti akan on-air tanggal 6 Agustus 2011. KompasTV yang akan produksi acara tersebut.
-- Hermawan Kartajaya

Friends of Komodo merupakan gabungan masyarakat pencinta Komodo yang terdiri dari petinggi perusahaan BUMN, swasta, pemimpin redaksi media massa, biro perjalanan wisata, selebriti, dan masyarakat umum dari kalangan youth, women, dan netizen. Tujuan dari "Friends of Komodo" adalah membantu mempromosikan Taman Nasional Komodo kepada dunia dan mengajak partisipasi publik untuk konservasi Komodo.

Konser tersebut diselenggarakan oleh Marketeers dan KompasTV. Menurut Hermawan Kartajaya sebagai Founder & CEO Markplus, Inc dan Special Ambassador for Indonesian Tourism, pemilihan Bali sebagai lokasi konser karena Bali merupakan hub menuju Komodo.

"Banyak penerbangan yang ke Komodo melalui Bali," katanya pada saat peluncuran program kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World" di Philip Kotler Hall di MIM Campus, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World" mengajak partisipasi stakeholders dan publik dalam hal konservasi Taman Nasional Komodo. Kampanye tersebut diluncurkan oleh Marketeers dan merupakan inisiatif Kemenbudpar dan pihak swasta dalam mendukung kampanye "Wonderful Indonesia". Konser musik yang bisa dinikmati secara gratis tersebut sengaja bertempat di Pantai Kuta. Pantai Kuta dipandang sebagai lokasi yang penuh dengan wisatawan asing maupun wisatawan domestik.

"Konser itu nanti akan on-air tanggal 6 Agustus 2011. KompasTV yang akan produksi acara tersebut," jelas Hermawan.

Konser musik tersebut merupakan salah satu rangkaian aktivitas program kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World". Program kampanye lainnya adalah Komodo Nights di Chicago dan Sydney. Wisatawan asal Amerika Serikat dan Australia merupakan wisatawan asing terbanyak yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Acara di kedua kota itu nantinya merangkul media, biro perjalanan wisata, bloggers, dan Friends of Komodo yang ada di kedua negara tersebut. Mereka akan memaparkan testimoni mereka mengenai Taman Nasional Komodo.

"Di Chicago dan Sydney sudah ada tempat yang disediakan untuk acara ini. Komodo Night di tanggal 9 September 2011 dan 5 November 2011," kata Hermawan.

Program kampanye lainnya adalah Komodo Apps Contest Challenge. Dalam kontes yang berhadiah uang tunai tersebut, masyarakat umum dapat mengembangkan aplikasi mobile untuk BlackBerry, Android, dan iPad/iPhone untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo. "Aplikasi yang terpilih akan kita bantu untuk dipromosikan di luar Indonesia," kata Hermawan.

Kampanye "Komodo: The Real Wonder of The World" mengangkat lima tema, yaitu wonderful culture, wonderful sustainability, wonderful nature, wonderful wildlife, dan wonderful underwater. Taman Nasional Komodo memiliki potensi besar sebagai pariwisata dan konservasi lingkungan. Jadi, tidak hanya tentang Komodo.

"Culture di sana enggak kalah seru. Di sana ada tari Caci pakai musik dan pemain tari Caci saling cambuk. Karena itu, penarinya badannya jadi dan ada bekas-bekas luka. Tadinya aku pikir apa serunya. Tapi, kalau salah satu ada yang kena cambuk, yang bisa mengenai lawannya itu langsung ke teman-temannya dan berpantun seperti meledek lawannya," ungkap selebriti Olga Lidya yang sudah sering berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

Ia menuturkan, saat acara nikahan, tergantung dari seberapa kaya calon pengantin, tari Caci bisa berlangsung hingga tiga hari. "Pernah Kemenbudpar mengadakan pesta rakyat. Ada tari Caci pentas selama dua jam, lalu masyarakat di sana kecewa karena dipotong dengan dangdutan. Mereka lebih suka tari Caci," kisahnya.

Sementara itu, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar menuturkan, ada banyak kegiatan wisata yang bisa dilakukan di kawasan Taman Nasional Komodo. Di antaranya, lanjut Sapta, adalah birdwatching, memancing, dan diving.

"Niche market yang eksklusif memang untuk Komodo, tapi kalau secara keseluruhan banyak yang bisa dijual. Diving segmen pasarnya lain. Ada yang datang karena penasaran cuma untuk lihat Komodo, tapi ada yang datang untuk diving. Jadi bisa untuk Pulau Rinca dan Pulau Komodo itu yang eksklusif. Jadi bisa di-mix antara niche di kedua pulau dan di luar pulau itu bisa dikembangkan," jelasnya.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, beberapa komunitas pencinta Komodo juga telah melakukan beberapa kegiatan yang mendukung Taman Nasional Komodo, seperti komunitas Books for Hope yang mendirikan perpustakaan di kawasan tersebut. TransTV sebelumnya pernah pula mengadakan pameran foto Komodo.

"Seluruh program ini membuktikan kepada teman-teman di NTT bahwa kita tetap concern dengan Komodo pasca-New7Wonders," ungkap Hermawan.

Hal tersebut terkait dengan dicoretnya Kemenbudpar sebagai Official Supporting Committee dari ajang pemilihan 7 Keajaiban Alam versi www.new7wonders.com. Saat itu, Taman Nasional Komodo menjadi salah satu nominasi.


Editor :
I Made Asdhiana