Sabtu, 20 Desember 2014
TATA CAHAYA
Lampu LED, Buat yang Mau Hemat Energi!
Penulis : M.Latief | Rabu, 22 Juni 2011 | 14:31 WIB
|
Share:
Philips Home Catalog
Kebutuhan estetika tanpa harus boros pemakaian listrik sudah bisa dijawab melalui pemakaian lampu berbasiskan LED (Light Emiting Diode) yang mampu menghemat energi sampai 80 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Cahaya dibutuhkan untuk menyentuh semua aspek kehidupan di rumah, mulai bangun tidur, beraktifitas, hingga kembali beristirahat di malam hari. Saat ini, cahaya yang berasal dari lampu bukan semata soal menghadirkan lampu dan mematikannya sebagai penerang, tetapi juga pencipta ketenangan, rasa senang, dan sehat. 

Demikian diungkapkan Presiden Direktur PT Philips Indonesia Rob Fletcher di sela pameran Indonesia Building Materials & Technology Expo di JCC, Jakarta, Rabu (22/6/2011). Rob mengatakan, saat ini rumah membutuhkan cahaya dengan sentuhan yang berbeda-beda dan sesuai fungsi serta manfaatnya.

"Cahaya lampu di rumah kita bukan lagi hanya menyajikan warna, tetapi juga estetika. Cahaya di rumah adalah padanan gaya hidup yang memiliki efek penting sehingga menciptakan nuansa yang kita inginkan, sesuai emosi kita," ujar Rob.

Ia mengatakan, mulai dari kamar tamu, kamar tidur, hingga dapur, dengan pemilihan cahaya yang tepat penghuni rumah harus bisa memberikan nuansa hangat dan ceria lewat sentuhan cahaya. Cahaya harus dihadirkan sesuai suasana yang ingin diciptakan, dihadirkan dengan desain apik dan nyaman.

"LED merupakan revolusi pencahayaan saat ini karena bukan saja berbicara soal desain, tetapi teknologi ini juga mampu menghemat energi sangat besar," ujarnya.

Hendry Syafrullah, Senior Marketing Manager Philips Lighting mengatakan, menjawab kebutuhan estetika tanpa harus boros pemakaian listrik sudah bisa dijawab melalui pemakaian lampu berbasiskan LED (Light Emiting Diode) keluaran Philips ini. LED mampu menghemat energi sampai 80 persen. 

"Apalagi, usia pemakaiannya hingga 25 tahun. Kedua, nyaman dan sehat karena LED menghasilkan tingkat silau rendah ketika terpantul di mata," papar Hendry.

Selain itu, lanjut Hendry, LED juga tidak menggunakan bahan mengandung merkuri dan tidak panas sehingga aman bagi orang tua dan anak-anak.

"Artinya, menyatukan antara kebutuhan estetika dan hemat energi sudah bukan lagi masalah saat ini," katanya.



Editor :
Latief