Senin, 24 November 2014
Jangan Lupa Bangun Jalan Baru di Serpong
Jumat, 3 Juni 2011 | 20:59 WIB
|
Share:
Dok Sinarmas Land
The Breeze, Lifestyle Mall di tepi danau dan Sungai Cisadane, sedang dibangun di BSD Green Office Park, yang dijadwalkan beroperasi kuartal ketiga tahun 2012

 oleh Robert Adhi Ksp

Serpong kini menjadi kawasan properti yang paling "hot" di Jabodetabek. Dalam kurun 12 bulan ke depan, ada tiga pusat perbelanjaan dan hiburan (mal) baru, juga empat hotel berbintang baru beroperasi di Serpong. Mari kita bedah satu persatu.

Pengembang PT Summarecon Agung sedang menyelesaikan Summarecon Mal Serpong (SMS) tahap kedua, menyusul suksesnya SMS I. Mal ini dijadwalkan beroperasi 27 Oktober 2011. Luas SMS II ini 60.000 meter persegi, belum termasuk luas gedung parkir. Kalau digabungkan SMS I dan II, luas totalnya adalah 110.000 meter persegi. Dan jika termasuk gedung parkir, luas totalnya 193.000 meter persegi. Kapasitas gedung parkir di SMS akan menjadi 4.000 mobil.

Soegianto Nagaria, putra Pak Soetjipto Nagaria, pendiri Summarecon Agung, yang aktif dalam urusan sewa-menyewa mal, mengatakan pengalaman Summarecon Agung yang sukses mengelola Mal Kelapa Gading I, II, III, V membuat pengembang itu lebih mudah mengelola SMS I. Ruang tersewa di SMS I sudah tersewa 100 persen, sedangkan ruang tersewa di SMS II sampai April 2011 sudah 70 persen. Artinya jika digabung, ruang tersewa total sudah 85 persen. Beberapa penyewa utama SMS II adalah Centro Department Store, Do It Best Pongs Home Center, dan Eat and Eat Food Market.

Lalu kita lihat Alam Sutera. Pengembang ini juga sedang menyelesaikan pembangunan Mall @ Alam Sutera di tpi Jalan Tol Jakarta-Tangerang di Km 15. Mall @ Alam Sutera dijadwalkan beroperasi April 2012 mendatang. Mal ini dibangun di atas lahan seluas 7,8 hektar dengan total leasable area sekitar 68.000 m2. Mall setinggi 5 lantai ini terdiri dari 2 lantai untuk area parkir dengan kapasitas 2500 lot parkir, dan 3 lantai untuk area ritel.

Budi Iwantoro, CEO Mall @ Alam Sutera menyebnutkan, tingkat okupansi mal sampai awal Juni 2011 telah mencapai 90 persen, dengan anchor tenant seperti Sogo Department Store, The Food Hall, Funworld, Mango Farm, Gramedia, Cinema XXI, Chipmunks Playland & Cafe, Electronic Solution, dan Home Solution. Sebelumnya, di Alam Sutera sudah beroperasi Living World milik Grup Kawan Lama. Mal yang dibangun di tengah permukiman Alam Sutera ini menampilkan gerai Ace Hardware dan Index, serta puluhan gerai food and beverage.

Selain itu, di Alam Sutera juga sudah dibangun pusat makanan Flavour Bliss, di mana Bandar Djakarta menjadi pelopornya. Kini sudah ada Starbucks Coffee, Red Bean, Sari Sanjaya, dan banyak tempat makanan yang asyik lainnya.

Pengembang Sinar Mas Land sedang merancang lifestyle mall yang dinamakan The Breeze dengan area tersewa 24.300 m2 dan luas lantai seluruhnya 53.000 m2. CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja, yang juga cucu taipan Eka Tjipta Widjaja mengatakan, mal yang berkonsep entertainment dan leisure ini dijadwalkan beroperasi pertengahan tahun 2012. Sebagian besar (45 persen) area mal untuk food and beverage, selebihnya 55 persen untuk supermarket, pusat kebugaran, pusat gadget, kecantikan, dan sinema. Hero Supermarket kelas Premium akan menempati lokasi seluas 3.000 m2.

Yang menarik dari The Breeze adalah ini akan menjadi mal pertama yang memiliki suasana alam terbuka dengan danau seluas 3 hektar dan panorama tepi Sungai Cisadane. Semua kafe akan menghadap danau dan sungai. Kelebihan lanskap inilah yang menjadi keunggulan The Breeze. Michael, generasi ketiga keluarga Eka Tjipa Widjaja, tampaknya memberi jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengemuka: mengapa BSD belum juga membangun mal yang sesuai kebutuhan warga BSD. Dan The Breeze adalah jawaban yang paling pas.

Serpong, yang kini masuk wilayah Kota Tangerang Selatan, menjadi pusat pertumbuhan baru. Empat pengembang besar yang membangun di Serpong, BSD, Summarecon, Paramount, dan Alam Sutera setiap tahun menangguk laba berlipat ganda atas penjualan rumah-rumah menengah atas. Pengembang ini pun ramai-ramai membangun berbagai fasilitas pelengkap.

Summarecon adalah perintis pertama dengan membangun pusat perbelanjaan SMS I di tengah permukiman. Awalnya, kita tidak bisa membayangkan betapa beraninya Pak Soetjipto Nagaria dan timnya membangun mal yang lokasinya jauh dari keramaian Jakarta. Tapi kepiawaian Summarecon mengelola Mal Kelapa Gading, menjadi modal utama membangun dan mengelola Summarecon Mal Serpong. Mal ini selalu ramai dikunjungi, meski tak jauh dari lokasi itu sudah ada Supermal Karawaci di Lippo Village.

Fasilitas lainnya yang dibangun di Serpong adalah universitas. Di BSD sejak lama sudah ada Swiss German University (SGU). Lalu belum lama ini berdiri Universitas Prasetiya Mulya. Kabarnya Universitas Katolik Atmajaya yang memiliki lahan 20 hektar di Serpong, segera membangun kampus barunya.

Di Gading Serpong, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terus membangun kampus baru dengan target 20.000 mahasiswa. Sampai Juni 2011, sudah ada 4.000-an mahasiswa kuliah di UMN milik Kompas Gramedia itu. Pesatnya pertumbuhan pusat pendidikan di Serpong ini memang mencengangkan. Di Alam Sutera, saat ini sedang dibangun Binus University di dekat mal Living World.

Jadi bisa dibayangkan. dalam beberapa tahun ke depan, Serpong akan menjadi pusat pendidikan berkualitas. Mengantisipasi banyaknya jumlah mahasiswa, pengembang-pengembang ini membangun apartemen yang menyasar mahasiswa. Seperti yang dilakukan Alam Sutera dengan Silkwood, Paramount Serpong dengan Paramount Residence, dan Summarecon Serpong dengan apartemen di Scientia Garden.

Bukan hanya itu. Dalam 12 bulan ke depan, segera berdiri Hotel Grand Zuri (hotel bintang empat) di sebelah ruko Bidex BSD, juga Hotel Pop! hotel bintang dua yang dikelola Grup Tauzia, serta favehotel yang dikelola Aston di Gading Serpong. Saat ini sudah beroperasi Hotel Santika (bintang tiga) di BSD dan Hotel Aston Paramount Serpong (hotel bintang empat) di Gading Serpong. Betapa dahsyatnya perkembangan Serpong!

Namun di balik perkembangan ini semua, satu hal yang menggelitik saya sebenarnya adalah infrastruktur jalan. Sudah saatnya pengembang besar-besar yang sukses menjual properti di Serpong ini membangun jalan baru yang saling terkoneksi. Misalnya jalan baru Alam Sutera ke BSD, atau jalan baru BSD ke Gading Serpong, serta jalan baru Gading Serpong ke Lippo Village.

Ketika bertemu dengan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany belum lama ini, saya sempat menanyakan ini.  Bu Airin mengatakan sudah punya rencana membuka akses jalan baru dari Alam Sutera menembus BSD lewat Jelupang.

Sementara Presdir Paramount Serpong Tanto Kurniawan memastikan jalan tembus baru BSD ke Gading Serpong akan beroperasi bulan September 2011. Jalan tembus baru ini kerja sama Paramount dan BSD. Jalan ini akan memudahkan warga BSD yang akan menikmati pusat perbelanjaan Summarecon Mal Serpong, Hotel Aston Paramount, datang ke kampus Universitas Multimedia Nusantara di Gading Serpong. Sebaliknya memudahkan warga Gading Serpong yang akan menuju jalan tol JORR.

Akses baru di Serpong memang sudah merupakan keharusan. Serpong sudah tumbuh menjadi daerah baru yang memikat. Sungguh tidak logis jika kita hanya mengandalkan Jalan Raya Serpong sebagai akses utama. Mal terus bertambah, rumah-rumah baru terus dibangun, universitas dan apartemen makin banyak. Kita berharap, mudah-mudahan jalan baru yang menghubungkan wilayah pengembang satu dengan pengembang lainnya juga dibangun dan dibuka.

Palmerah, 3 Juni 2011

*) Robert Adhi Ksp, editor di Kompas.com, penulis buku "Rahasia Sukses Pengusaha Properti" (Juli 2011, terbitan Bhuana Ilmu Populer)


Editor :
Robert Adhi Kusumaputra