Jumat, 19 Desember 2014
Rusunami
Listrik Prabayar Bisa Tekan Biaya Bulanan Rusunami
Penulis : Natalia Ririh | Senin, 4 April 2011 | 19:17 WIB
|
Share:
Kompas/Riza Fathoni
Pekerja merampungkan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) bersubsidi di lawasan Pulo Gebang, Jakarta, Senin (13/7).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Paul Marpaung, Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat, mengatakan pihaknya tengah mengusahakan upaya menekan biaya bulanan yang tinggi di Rusunami. Salah satunya, meminta PLN untuk menerapkan metode prabayar di Rusunami.

"Dari PLN sebenarnya ada metode prabayar untuk listrik, dimana penghuni Rusunami punya meteran sendiri-sendiri, dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda, begitu pula nanti biayanya," kata Paul ketika dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (4/4/2011).

Menurut Paul, metode prabayar yang ditawarkan PLN ini dapat menekan biaya listrik yang tinggi di Rusunami. Hanya saja, tambah dia, metode prabayar ini belum banyak diterapkan di berbagai tempat. "Baru terbatas di beberapa tempat, seperti di Cengkareng itu sudah," jelasnya.

Keluhan biaya bulanan tinggal di Rusunami yang tinggi diakui oleh Paul sudah diketahui sejak lama. Pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada PLN dan Badan Pengelola Sistem PDAM. "Kami sudah menyampaikan, tapi belum ada solusi yang pasti. Kami juga menyampaikan agar biaya bulanan di Rusunami disamakan dengan penghitungan untuk rumah landed," katanya.

Paul menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah DKI Jakarta mengingat PLN dan PDAM adalah kewenangan Pemda setempat. "Sudah sekitar dua tahun lalu kami sampaikan, tapi belum ada tanggapan juga," ungkapnya. 



Editor :
Robert Adhi Kusumaputra