Sabtu, 25 Oktober 2014
Jalan Tol
Pembebasan Lahan JORR W2 Selesai April
Penulis : Sabrina Asril | Kamis, 3 Maret 2011 | 19:49 WIB
|
Share:
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengatasi kemacetan akibat hilir mudik kendaraan berat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penyelesaian pembebasan lahan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 (Ulujami-Kebonjeruk) rampung bulan April 2011.

Selanjutnya, akan dibangun secara fisik jalan pada tahun 2012. Demikian disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, Kamis (3/3/2011), di Balaikota, Jakarta. "Untuk mengatasi macet agar tidak ada lagi kontainer masuk ke jalan, saya harapkan pembebasan lahan bisa rampung pada April 2011," ujar Prijanto.

Dengan pembangunan JORR W2 tersebut, Prijanto mengharapkan bisa membantu pemindahan volume atau beban jalan terhadap kendaraan kontainer dan truk. Pembebasan lahan ini dibagi menjadi dua bagian wilayah yakni lahan bagian wilayah di Jakarta Selatan seluas 20 hektar dan lahan di Jakarta Barat seluas 22 hektar.

Untuk pembebasan lahan di wilayah Jakarta Selatan baru mencapai 70 persen, sisanya 30 persen lagi akan dikejar hingga akhir April mendatang. Sedangkan pembebasan lahan di Jakarta barat sudah hampir selesai yakni mencapai 95 persen.

Pembebasan lahan ini tertunda karena ada kendala, seperti tidak ada kesepakatan dengan warga tentang harga bahkan kepemilikan tanah seringkali terjadi sengketa. Sengketa diselesaikan dengan melakukan konsinyasi ke pengadilan negeri wilayah setempat.

"Itu terjadi wilayah Jakarta Selatan. Sedangkan di Jakarta Barat, kita menemukan kendala ada beberapa pengembang yang belum menyerahkan lahan yang menjadi kewajibannya ke Pemprov DKI," tutur Prijanto.  Usai pembebasan lahan dilakukan, tahun 2012 pemda bisa melanjutkan pembangunan konstruksi jalan tol.

Terkait hal itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda), Soedirman, mendesak Pemprov segera menyelesaikan pembebasan lahan di dua wilayah tersebut. Pasalnya, jalan tol ini sangat bermanfaat untuk arus lalu lintas angkutan berat sehingga tidak perlu lagi masuk ke jalan dalam kota yang menimbulkan kemacetan. Jika pengerjaan jalan tol JORR W2 maka sekitar 70 persen angkutan barang bermuatan berat dapat beralih ke jalan tol tersebut.

Rencananya, JORR W2 didesain selebar 80 meter, dengan cakupan 40 meter untuk jalan tol serta 20 meter di kanan kiri akan dijadikan jalan arteri. Jalan tol tersebut akan tersambung dengan JORR W1 yang sudah beroperasi dan akan menjadi akses penting menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.  


Editor :
Robert Adhi Kusumaputra