Selasa, 28 Maret 2017

Properti

Saatnya Pengelola Gedung Beralih ke "Green Building"

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan diterbitkannya peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Bangunan Hijau atau green building menjadi momentum yang tepat bagi pengelola gedung untuk beralih ke konsep ini.

"Pengelola gedung harus cerdik mengatasi biaya operasional gedung dan manajemen gedung itu juga perlu mulai peduli bagaimana caranya mengelola gedung supaya lebih hemat," kata Irwan Sendjaja, Ketua Umum Asosiasi Manajemen Properti Indonesia (Ampri) kepada wartawan di Citywalk Function Hall, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

Irwan mengatakan biaya operasional gedung yang semakin hari semakin mahal, dapat diatasi dengan menerapkan konsep green building. "Dari tahun ke tahun pengelola gedung menghadapi biaya operasional yang semakin naik. Biaya operasional naik akan mengakibatkan profit semakin mengecil. Dengan penerapan konsep green building akan menghemat biaya operasional gedung," ujarnya.

Dengan konsep green building, kata Irwan, tujuannya adalah penghematan energi dan terutama kepedulian terhadap lingkungan. "Misalnya untuk gedung yang sebagian disewa dan dijual, penyewa akan merasa diuntungkan dengan biaya operasional lebih murah untuk listrik. Pengelola bisa menghemat 20-30 persen per bulannya," paparnya.

Namun, diakui oleh Irwan, kendala belum banyaknya pengelola gedung beralih ke konsep green building karena investasi yang besar. "Ini terutama untuk gedung-gedung lama. Karena saat gedung sudah beroperasi biayanya sudah fixed, untuk investasi ke green building susah," ujarnya.

"Kalau untuk gedung baru dengan investasi 5-10 persen memang tidak signifikan, jadi relatif lebih mudah, tetapi tinggal kepedulian pengelolanya," kata Irwan. (Natalia Ririh)

Editor : Robert Adhi Kusumaputra

TERPOPULER