Selasa, 23 September 2014
Broker
Jurus Jitu Menjadi Broker
Penulis : Natalia Ririh | Rabu, 16 Februari 2011 | 14:28 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Berprofesi menjadi perantara penjualan rumah atau acapkali terkenal dengan nama broker membutuhkan jurus jitu, agar fungsinya sebagai penengah dalam proses jual beli rumah dapat berjalan dengan tepat.

Fungsi broker disini harus menyelesaikan duduk perkaranya seperti apa, sebenarnya mereka mau jual atau tidak. Nanti nilai pembagian dari penjualan berapa broker juga harus tahu.
-- Abi Burhanuddin

Menurut Abi Burhanuddin, broker dari Red Point, jasa broker dalam bisnis perumahan dapat mempersingkat waktu dalam penjualan maupun pembelian. "Jasa Broker bagaimanapun juga sebagai penengah apalagi kalau ada masalah, broker tidak memihak penjual maupun pembeli. Tapi, broker mencari solusinya," kata Abi dalam talkshow "Being a Property Broker, Why Not?" pekan lalu di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Misalnya saja menghadapi kasus rumah yang dijual adalah rumah warisan, kata Abi, ahli warisnya ada 10 orang, maka pembeli tidak bisa membayar hanya kepada satu orang saja. "Fungsi broker disini harus menyelesaikan duduk perkaranya seperti apa, sebenarnya mereka mau jual atau tidak. Nanti nilai pembagian dari penjualan berapa broker juga harus tahu," ujarnya.

Nah, untuk menjadi broker yang tepat, Abi menuturkan beberapa pengalamannya sebagai broker. Langkah pertama, seseorang yang ingin menjadi broker seperti apa. Maksudnya, ia harus tahu hendak bermain di area apa dengan penghasilan berapa. Kalau menginginkan penghasilan tinggi maka memilih lokasi dimana pembeli lebih banyak daripada penjual. Kalau belum memiliki pengalaman, maka ia dapat bergabung dengan dominan agen di sebuah area, setelah tiga tahun berkecimpung ia harus memilih akan tetap bergabung dalam agen atau membuka agen sendiri.

Langkah kedua, seseorang harus fokus pada bidangnya. Kalau sudah memutuskan menjadi seorang broker, ia tidak boleh melirik lahan perkerjaan lain. Dengan fokus seseorang bisa belajar dan menyerap ilmu banyak sebagai broker.

Langkah ketiga, menjadi leader di area. Bila sudah fokus, seseorang yang menjadi broker berusaha menjadi dominan dalam areanya. Misalnya saja membuat perkenalan lewat selebaran, sering bertemu klien, atau lebih bagus lagi broker dekat dengan penjual sebelum ia memutuskan menjual propertinya. Broker juga mengusahakan agar nama kantornya bisa dikenal, dan menjadi tujuan pertama saat orang hendak menjual propertinya. Di samping itu perlu memikirkan mengenai promosi jasa broker dan memperkuat database penjual dan pembeli properti.

Langkah keempat, memiliki jaringan luas. Seseorang yang menjadi broker penting untuk menjalin hubungan yang baik dengan pihak-pihak terkait pemangku kebijakan seperti Dinas Tata Kota, Badan Pertahanan Nasional juga dengan Bank, Notaris maupun sesama agen.

Langkah kelima, harus kreatif dan inovatif. Seorang broker harus kreatif dan inovatif dalam memberikan solusi kepada kliennya. Misalnya saja, broker memberikan alternatif bangunan untuk bentuk tanah yang sulit dijual (seperti tanah bentuk kipas) kepada pembeli. Dengan menjadi kreatif dan inovatif, maka penjual maupun pembeli bisa mendapatkan solusi lewat jasa broker. (Natalia Ririh)


Editor :
Robert Adhi Kusumaputra