Selasa, 29 Juli 2014
Mesir
Kehidupan Malam Mencekam di Kairo
Senin, 31 Januari 2011 | 08:30 WIB
|
Share:
AFP PHOTO / KHALED DESOUKI
Warga Kairo, Mesir berunjuk rasa di Tahrir Square Minggu (30/1/2011), menuntut Presiden Hosni Mubarak turun.

Musthafa Abd Rahman

Ketika matahari mulai kemerah-merahan untuk bersiap terbenam, suasana pun mulai mencekam. Mulai saat itu pula jam malam diberlakukan dari pukul 16.00 hingga pukul 08.00 hari berikutnya. Itulah situasi kota Kairo yang selama ini dijuluki sebagai kota seribu menara.

Kehidupan di kota Kairo kini praktis hanya sekitar delapan jam, mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Namun sebaliknya, aksi unjuk rasa harian yang terkonsentrasi di Alun-alun Tahrir, sepanjang jalan di tepi Sungai Nil, dan kota-kota lain di Mesir justru dimulai pukul 14.00 hingga tengah malam. Para pengunjuk rasa sudah tidak mengindahkan lagi jam malam. Pengumuman dari militer bahwa warga yang melanggar jam malam terancam bahaya tetap tidak dihiraukan para pengunjuk rasa.

Selain di Alun-alun Tahrir dan jalan-jalan di tepi Sungai Nil, para warga kota, terutama yang berdomisili di pinggiran kota, juga menyambut jam malam dengan membawa pentungan dan kadang pula pisau, bahkan senjata bagi mereka yang memiliki senjata, untuk menjaga diri dan melindungi rumah-rumah mereka dari aksi penjarahan atau pencurian yang marak sejak Kairo diguncang aksi-aksi massa, Jumat (28/1) hingga saat ini.

Ada fenomena munculnya sindikat penjarahan dan pencurian yang dilakukan orang-orang terlatih serta bersenjata di sejumlah kota di Mesir, memanfaatkan lumpuhnya negara akibat tidak adanya aparat kepolisian di lapangan dan ambruknya sistem hukum sejak intifadah (letupan) rakyat, Jumat lalu.

Militer yang kini mengendalikan keamanan negara mengimbau penduduk agar membantu tugas militer dengan cara membuat sistem pengamanan sendiri guna menghadapi gerakan sindikat penjarahan dan pencurian itu. Maka, para penduduk kini marak membuat semacam sistem keamanan lingkungan yang disebut sebagai ”komite rakyat” dengan menunjuk salah seorang tokoh kampung atau desa sebagai ketua untuk menjaga keamanan kampung masing-masing.

Di Kairo, di atas pukul 16.00, sudah mulai terlihat segerombolan pemuda membawa pentungan atau pisau di setiap kampung atau distrik. Mereka mengatur sendiri lalu lintas di jalan-jalan yang melintasi distrik mereka. Para pemuda tidak tidur semalaman menjaga distrik mereka hingga selesai jam malam, yakni pukul 08.00.

Orang-orang tak dikenal jangan coba-coba melintasi distrik mereka pada waktu malam hari kalau tak mau dianggap sebagai sindikat penjahat yang berkeliaran pada malam hari untuk menjarah atau mencuri. Mereka pun langsung berteriak-teriak dengan mengejar atau melemparkan batu ke arah orang-orang tak dikenal itu. Biasanya, jika terdengar suara teriakan, para pemuda distrik langsung membantu dan berkumpul karena itu pertanda ada orang tak dikenal yang dicurigai.

Sebaliknya, jika patroli militer melintasi jalan distrik di mana pun, para penduduk menyambut mereka dengan sorak-sorai sambil melambaikan tangan kepada mereka. Militer pun kini meningkatkan patroli di jalan-jalan raya kota Kairo, terutama pada malam hari, atas permintaan penduduk kota itu. Patroli helikopter militer juga semakin terbang rendah di atas kota Kairo. Di Distrik Nasr City, pinggiran kota Kairo, sepanjang Sabtu malam lalu, kendaraan lapis baja dan truk militer hampir setiap jam terlihat melintas di jalan di distrik itu.

Militer juga memberikan nomor hotline kepada penduduk yang diumumkan melalui televisi agar segera menghubungi militer jika terjadi sesuatu. Tokoh oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei, kelompok persaudaraan Muslim Ikhwanul Muslimin, dan pertolongan medis darurat, juga memberikan nomor hotline kepada penduduk serta meminta penduduk segera menghubungi mereka jika terjadi sesuatu. Kecemasan paling kuat saat ini lantaran ada tiga penjara yang dijebol dan para narapidana lari keluar. Salah satu dari tiga penjara itu adalah penjara di kota Fayoum (sekitar 100 kilometer arah barat daya kota Kairo).

Sebanyak 1.500 narapidana di penjara tersebut lari. Ketua Lembaga Penjara Fayoum Mukhamed El Batran tewas ditembak oleh narapidana yang merampas senjata dari penjaga penjara.

Demikian juga banyak tempat tahanan politik yang dijebol dan para tahanan lari. Bahkan, ada pula tahanan yang merampas senjata dari penjaga rumah tahanan polisi. Dikhawatirkan, para tahanan atau narapidana yang lari itu melakukan aksi balas dendam dengan menjarah, merampok, atau mencuri di toko-toko serta rumah penduduk.

Para penduduk kini meminta militer ikut membantu mencegah upaya penjebolan penjara lebih banyak lagi dan narapidana yang berhasil lari memanfaatkan situasi anarkistis saat ini untuk kembali melakukan aksi kriminal.

Bank Sentral Mesir mengumumkan menghentikan aktivitas bank di seluruh Mesir mulai Minggu kemarin guna mencegah terjadinya aksi penjarahan dan perampokan. Pusat perbelanjaan Carrefour serta beberapa mal dan restoran fast food sudah habis dijarah.

Keadaan mencekam di Kairo saat ini membuat para pengusaha kaya mulai lari dari Mesir. Menurut televisi Al Jazeera, ada 19 pesawat khusus yang membawa para pengusaha kaya Mesir dan Arab beserta keluarga mereka meninggalkan bandara Kairo, Minggu kemarin. Sebagian besar menuju Dubai, Uni Emirat Arab.

Beberapa kedutaan negara asing, seperti Kedutaan Besar Amerika Serikat, Irak, dan juga Filipina, sudah mulai mengevakuasi warga mereka untuk keluar dari Mesir. Juru Bicara Menteri Transportasi Aqeel Hadi Kawthar bahkan mengumumkan akan menyediakan pesawat apa pun untuk mengangkut warga asing keluar Mesir....

Sumber :
Kompas Cetak

Editor :
A. Wisnubrata