Sabtu, 1 November 2014
Catatan Munas REI
Mengapa BSD Master Plan Perkotaan Terbaik?
Penulis : Robert Adhi Ksp | Sabtu, 13 November 2010 | 17:18 WIB
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Salah satu klaster baru di BSD City, Serpong, Tangerang, Banten

oleh Robert Adhi Ksp

Kota Mandiri Bumi Serpong Damai atau sering disebut dengan nama BSD meraih penghargaan Master Plan terbaik dalam FIABCI Indonesia - BNI Prix d'Excellence Awards 2010. Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian acara Munas ke-13 REI 2010 belum lama ini. Setelah mencapai penghargaan di Indonesia, BSD bakal ikut berkompetisi di FIABCI tingkat dunia tahun 2011.

Master Plan dan township seperti apa yang membuat BSD mencapai penghargaan real estat bergengsi di Indonesia ini? Direktur BSD Ignesjz Kemalawarta mengatakan semua persyaratan yang menjadi ukuran dewan juri, dipenuhi oleh BSD, mulai dari luas kota, populasi, kelengkapan kota, infrastruktur sampai kehidupan kota.

Embrio kota mandiri BSD ini sudah terbentuk seluas 1.300 hektar, dan masih ada lahan seluas 4.700 hektar lagi yang akan dikembangkan hingga tahun 2035 mendatang.

BSD memang berbeda dengan perumahan skala kecil dan sedang yang dikembangkan sejumlah pengembang. BSD serius mempersiapkan diri menjadi kota mandiri secara sungguh-sungguh, mulai dari akses jalan tol, stasiun kereta api, sampai jalan regional yang dibangun lebar-lebar dan lengkap dengan trotoarnya. Di kawasan CBD dan perumahan klaster terbaru, tempat pejalan kaki mulai disediakan.

Selain membangun jalan penghubung antara BSD dan Gading Serpong yang dijadwalkan selesai Maret 2011, BSD juga membangun baru Stasiun KA Cisauk yang dilengkapi dengan pertokoan dan gedung parkir kendaraan 6 lantai. Tampaknya ini mengantipasi perkembangan baru karena di Cisauk akan dibangun kampus baru Universitas Katolik Atmajaya di lahan seluas 20 hektar.

BSD mengembangkan semua aspek perkotaan yang dibutuhkan secara serentak, mulai dari perumahan sederhana, menengah, menengah atas, sampai fasilitas pendidikan dan kawasan industri dan pergudangan yang menciptakan lapangan kerja. Fasilitas-fasilitas ini dibangun secara bersamaan.

Fasilitas seperti pasar modern dan pusat jajan kaki lima menyemarakkan kehidupan kota di BSD. Kehidupan di BSD juga makin berkembang. Puluhan komunitas tumbuh di kota ini, mulai dari komunitas milis sampai komunitas penggemar musik jazz (Jajan Jazz).

BSD memperhatikan keseimbangan antara produk bangunan fisik dan lingkungan hijau. Saat ini BSD memiliki dua taman kota masing-masing seluas 2,5 hektar dan 9 hektar yang dikunjungi warga yang ingin meningkatkan kualitas hidup dengan berolah raga. BSD juga membangun 9 danau buatan, memiliki sistem drainase dan septic tank yang baik, dan sumur-sumur biopori di perumahan.

Beberapa tahun terakhir ini, di BSD juga dibangun gedung ramah lingkungan, seperti Sekolah Internasional Jerman atau DIS yang menggunakan panel surya untuk energi dan Gedung BCA menggunakan double glass. Grup Sinar Mas sedang membangun gedung ramah lingkungan Sinar Mas Land 6 lantai dengan dua menara di kawasan Green Office Building. Gedung ini akan menjadi kantor pusat BSD dan Duta Pertiwi. Bangunan ramah lingkungan ini akan di-rating oleh Green Building Council.

Sementara di sebelah Wisma BCA (kantor cabang utama Serpong), segera dibangun gedung perkantoran regional Bank BNI setinggi 12 lantai, yang akan melengkapi kawasan CBD BSD. Selain Wisma BCA, yang sudah beroperasi di kawasan ini adalah gedung perkantoran German Center, ruang pamer mobil Honda, pusat gaya hidup Teras Kota yang dilengkapi dengan Hotel Santika, Rumah Sakit Eka Hospital (yang akan diperluas dalam waktu dekat ini), Giant Hipermarket, dan segera beroperasi pusat kuliner BSD Square. Tak jauh dari lokasi ini, ada Ocean Park, tempat wisata petualangan air. 

Setelah 21 tahun berlalu, BSD yang kini dikembangkan oleh grup Sinar Mas makin berkibar. Brand BSD sudah bagus sebagai kota mandiri dengan perencanaan yang matang. Untuk memasarkan perumahan dan fasilitas pendukungnya, pengembang ini tidak mengalami kesulitan lagi.

Yang difokuskan BSD saat ini adalah meningkatkan populasi orang yang bekerja di kota mandiri ini dan mereka yang mengenyam pendidikan di kawasan ini. Di Edutown seluas 50 hektar, BSD mengajak perguruan tinggi ternama membangun kampus mereka di sini. Saat ini sudah dibangun kampus Universitas Prasetiya Mulya untuk pendidikan S1, Swiss German University untuk pendidikan S1 dan S2, Universitas Katolik Atmajaya untuk pendidikan S1. BSD sedang menjajaki pembangunan kampus untuk pendidikan perhotelan, teknologi informasi, seni budaya, dan komunikasi.

Universitas-universitas ini tampaknya menjemput bola, mencari lulusan sejumlah SMA yang sudah beroperasi di BSD dan wilayah Serpong lainnya sebelumnya, seperti SMA Santa Ursula, SMA Al Azhar, SMA Santa Laurensia, SMA Stella Maris, SMA BPK Penabur, SMA Tarakanita dan beberapa lainnya.

Di kawasan Edutown, sedang dipersiapkan shopping mall baru BSD. Ini untuk mengantisipasi perkembangan jumlah penduduk dari sektor pekerja dan siswa serta mahasiswa. Tahun 2010 ini, jumlah penduduk BSD sekitar 200.000, dan diproyeksikan menjadi 1 juta pada tahun 2035.

BSD juga sedang mempersiapkan Galeri Seni Budaya di dekat Edutown. Saat ini pun BSD acapkali menjadi lokasi sepeda santai yang digelar berbagai komunitas. Jalan yang lebar dan suasana yang sejuk dan tenang menjadi pertimbangan memilih BSD

Singkat kata, BSD mempersiapkan diri menjadi kota mandiri yang ideal untuk mengurangi beban Ibu Kota Jakarta yang sudah sesak.

Tak heran jika banyak pengusaha properti dan pengamat properti mengakui Serpong saat ini memang kawasan properti terbaik di antara kawasan di Jabodetabek. Empat pengembang besar, BSD, Alam Sutera, Summarecon Serpong, dan Paramount Serpong, semuanya mencatat pendapatan tahunan yang melesat dan meraup laba berlipat ganda. 

*) Robert Adhi Ksp, News Editor, Property Editor and Columnist Kompas.com, penulis buku "Panggil Aku King" (2009) dan "Banjir Kanal Timur Karya Anak Bangsa" (2010)


Editor :
R Adhi KSP