Sabtu, 22 November 2014
Felix Hariyanto: Konsep Kuat, Investasi Properti Bagus
Penulis : Robert Adhi Ksp | Senin, 8 November 2010 | 05:04 WIB
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Felix Hariyanto, pengusaha properti

KOMPAS.com — Felix Hariyanto (42), pengusaha properti asal Jawa Timur, ini sukses mengembangkan bisnis properti di Surabaya dan Bali.

Investasi perhotelan di Bali tetap menarik dan menguntungkan asal punya strong concept.
-- Felix Hariyanto

Dalam percakapan dengan Kompas.com di Hotel PopHarris, Denpasar, Bali, Minggu (7/11/10) malam, Felix mengatakan, dia optimistis investasi properti di Bali tetap menguntungkan asalkan konsepnya kuat.

Lahir di Mojokerto, 42 tahun lalu, Felix alumnus Sekolah Tinggi Teknik Surabaya tahun 1985 pada awalnya terjun di dunia bisnis tekstil. Jeli melihat peluang, Felix kemudian beralih ke properti. Dan ternyata bisnis properti menjadi bisnis utamanya saat ini. Felix pindah ke Bali sejak tahun 1987 lalu.

Berikut ini wawancara Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Felix Hariyanto, pemilik Hotel Harris Kuta Riverview dan PopHarris Teuku Umar Denpasar, serta perumahan Green Load Sambanda di daerah Tanah Lot, Bali, serta apartemen Highpoint di Surabaya.

Sejak kapan Anda terjun di dunia bisnis properti? Tiga tahun lalu, saya mulai dengan membangun 200 unit rumah menengah atas di Perumahan Green Load Sambanda, dekat Tanah Lot. Semuanya sudah habis terjual.

Saya juga membangun apartemen mahasiswa High Point di Siwalan, dekat Universitas Petra Surabaya. Dari 340 unit apartemen, 85 persen sudah terjual habis.

Lalu Anda kini beralih ke bisnis perhotelan. Mengapa? Awalnya saya diperkenalkan dengan Marc Steinmeyer, Presiden Direktur Tauzia Management, oleh famili saya. Lalu kami berdiskusi. Ternyata saya cocok dengan pemikiran Marc yang simpel dan fleksibel. Banyak yang bisa dikompromikan dengan Marc.

Lalu Anda membangun Hotel Harris di Bali? Karena saya cocok dengan konsep yang diajukan Marc, akhirnya saya pilih bekerja sama dengan Tauzia Management.

Hotel Harris Kuta Riverview dibangun di lahan seluas 8.000 meter persegi dengan nilai investasi senilai Rp 85 miliar, mulai beroperasi akhir tahun 2008, dan kini tingkat huniannya sudah 80 persen. Menurut saya, untuk hotel yang baru beroperasi lebih dari satu tahun, ini luar biasa.

Dan ketika Marc bilang Tauzia akan bangun hotel bintang dua, PopHarris di Bali, saya menjadi investor pertama yang bekerja sama dengan Tauzia membangun PopHarris di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali. Sukses Harris Kuta Riverview membuat saya makin percaya diri.

Hotel PopHarris yang unik dan colourful ini menarik banyak tamu. Konsepnya out of box. Hotel ini dibangun di lahan seluas 4.000 m² dengan investasi sekitar Rp 60 miliar, mulai beroperasi soft opening bulan September lalu. Okupansi September 62 persen, sedangkan okupansi Oktober 67 persen. Saya optimistis tingkat okupansi PopHarris makin besar.

Jadi menurut saya, investasi perhotelan di Bali tetap menarik dan menguntungkan asal punya strong concept. Saat ini banyak investor yang kurang fokus sehingga kurang memerhatikan perawatan. Kondisi ini otomatis menyebabkan kualitas menjadi turun. Padahal, menurut saya, ini tidak boleh terjadi. Investor harus concern dan fokus dengan bisnis propertinya, tak boleh setengah-setengah.

Apalagi pangsa pasar di Bali tetap kuat. Tahun 2013, pemerintah menggandakan kapasitas penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Ini merupakan peluang besar bagi pebisnis untuk menyediakan akomodasi yang baik.

Setelah sukses membangun perumahan dan hotel di Bali, apa proyek baru Anda di Bali dan Surabaya? Saya sedang mempersiapkan proyek baru di Balangan, Jimbaran. Lokasinya di perbukitan. Saya menyediakan kavling vila yang luas seluruhnya 4 hektar. Di lokasi itu juga akan dibangun hotel, yang juga digarap Tauzia. Proyek ini sedang dikembangkan.

Adapun di Surabaya, saya sedang menggarap proyek baru perumahan The Dharma Indah sebanyak 160 unit.

Saya punya beberapa proyek kerja sama dengan Tauzia lagi, tetapi  ini masih dimatangkan. Di Harris Kuta Riverview saya banyak dibantu Tauzia. Saya puas dan makin percaya diri dan saya akan melanjutkan kerja sama dengan Tauzia. (Robert Adhi Ksp)


Editor :
R Adhi KSP