Jalan Tol
Pembebasan Lahan Tol Babatan-Lampung Selatan Butuh R[p 1,6 Triliun
Jumat, 29 Oktober 2010 | 20:27 WIB
|
Share:

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com  - Pembebasan lahan atau tanah untuk pembangunan jalan tol di Lampung membutuhkan dana cukup besar sekitar Rp1,6 triliun. "Khusus pembebasan lahan itu, dananya berasal dari Pemerintah Pusat," kata Kepala Dinas PU Bina Marga Berlian Tihang, pada acara pertemuan antara Pemprov Lampung dengan pengusaha daerah setempat, di Bandarlampung.

Pembangunan infrastruktur jalan tol itu untuk memperlancar arus kendaraan yang melintasi jalan tersebut yang merupakan jalan lintas Sumatera (jalinsum).
-- Sjahroeddin Z Pagaralam

Ia menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini agar dana untuk pembebasan lahan tersebut segera didapat.

Untuk merealisasikan dana tersebut, lanjut dia, pihaknya bersama Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung pada pekan depan akan menemui pejabat di Kementerian Perekonomian, Kementerian PU dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat. "Pembangunan jalan tol sendiri, saat ini dalam proses tender," kata Berlian.

Sebelumnya, Provinsi Lampung berencana membangun infastruktur berupa jalan tol sepanjang 51 kilometer (Km) Babatan-Tegineneng Lampung Selatan.  "Jalan itu tengah dalam proses tender untuk kedua kalinya," kata Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur jalan tol itu untuk memperlancar arus kendaraan yang melintasi jalan tersebut yang merupakan jalan lintas Sumatera (jalinsum). Arus kendaraan di jalinsum itu katanya cukup padat terutama kendaraan truk yang membawa komoditas hasil produksi pertanian, perikanan, perkebunan dan lain-lain.

Selain itu, angkutan lain juga memadati jalan tersebut yang akan menuju Pulau Jawa atau sebaliknya melaului Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan. "Menjelang Lebaran dipastikan arus kendaraan di jalan utama itu padat merayap," kata dia pula.

Sjachroedin lebih lanjut mengatakan, pihaknya juga berencana untuk membangun jalan tersebut langsung dari Babatan Lampung Selatan menuju Muaradua Sumatra Selatan (Sumsel). Namun katanya, hingga saat ini belum ada investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya membuat jalan tol dari Babatan-Muaradua.

"Pembangunan jalan tol itu tergantung minat investor. Mereka pastinya melihat untung dan ruginya," kata dia.

Sementara itu arus kendaraan yang melintasi di jalan lintas Sumatra Soekarno-Hatta Bandarlampung pada hari biasa cukup padat. Kendaraan yang melintas didominasi truk, bus dan pribadi. 

Sempitnya badan jalan utama itu tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas sehingga kemacetan sering kali terjadi. Umumnya kendaraan terutama truk pembawa hasil produksi dan bus yang melintasi jalinsum tersebut hendak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan menuju pulau Jawa

Sumber :

Editor :
R Adhi KSP