Jumat, 1 Agustus 2014
Jalan
Sosialisasikan Lokasi Lahan Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan
Jumat, 6 Agustus 2010 | 21:40 WIB
|
Share:

SUMEDANG, KOMPAS.com  - Warga Kecamatan Jatinangor mengharapkan pemerintah segera mensosialisaskan lokasi lahan yang akan dipakai untuk pembangunan jalan Tol Cisundawu (Cileunhyi, Sumedang, Dawuan).

sudah sejak lama dari masyarakat ingin memperoleh kejelasan, lokasi atau jalur mana saja yang akan digunakan dan dibebaskan untuk proyek pembangunan jalan tol Cisundawu.
-- Nandang Suparman

Hal itu diungkapkan Camat Sumedang, Nandang Suparman, S.Sos, Jumat. Menurut dia, sudah sejak lama dari masyarakat ingin memperoleh kejelasan, lokasi atau jalur mana saja yang akan digunakan dan dibebaskan untuk proyek pembangunan jalan tol Cisundawu.

Sebenarnya, menurut dia, masyarakat tidak mempersoalkan jalur mana yang dipilih untuk pembangunan jalan tol tersebut, tetapi jika nanti ada tanah milik warga harus ada kepastian pembayaran.

Pendataan lokasi untuk rencana jalan tol tersebut telah dilaksanakan dan ada, hanya saja karena sempat ada warga yang keberatan tanahnya dipakai jalan tol, maka dilakukan pendataan ulang dan rencana jalur dialihkan.

"Justru saat ini warga menunggu hasil pendataan ulang itu, apa ada lokasi baru atau masih yang lama, hasil pendataan ulang belum disosialisasikan," jelasnya. Sebagai camat dan anggota panitia pengadaan tanah, Nandang mengaku, tidak memiliki peta secara jelas lahan yang dijadikan jalan Tol. Cisundawu, karena sampai saat ini pemerintah belum mensosialisaikan.

Selama ini warga masih kondusif, menurut Nandang, masalah jalan tol tidak mengganggu aktifitas warga, mereka masih bekerja sesuai aktifitasnya. 

Tujuan dibangunnya jalan Tol Cisundawu, adalah untuk mengurangi kepadatan lalu-lintas dari Jatinangor sampai dengan Tomo. Mengurangi kemacetan apalagi di sekitar pasar Tanjungsari, juga kepadatan lalu-lintas kawasan Cadaspangeran.

Namun meski nantinya jalan tol Cisundawu telah terealisasi, pemerintah harus mengantisipasi jangan sampai kota-kota yang ada di Sumedang menjadi kota mati karena tidak dilintasi.

Untuk itu agar tetap menarik masyarakat luar berkunjung ke Sumedang, potensi daerah harus lebih dikembangkan, apalagi Sumedang sudah dipilih menjadi puseur (pusat atau centra, red) budaya Sunda, jelas Nandang.

Sumber :
ANT

Editor :
R Adhi KSP