Selasa, 23 Desember 2014
Kebijakan Likuiditas Perumahan
BTN: Fasilitas Pembiayaan Perumahan Turunkan KPR
Kamis, 29 Juli 2010 | 16:04 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com  - Pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan oleh pemerintah diharapkan mampu menekan suku bunga kredit pemilikan rumah hingga di bawah 10 persen dan tetap sepanjang masa tenor kredit.

Sekarang bunga BTN berkisar 10,5-11 persen, itu akan jadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Likuiditas Kredit.
-- Iqbal Latanro

Direktur Utama Bank BTN, Iqbal Latanro di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis menyatakan, pencairan likuiditas pembiayaan ini jika diberikan hingga 50-70 persen dapat menekan suku bunga lebih kecil lagi.

"Sekarang bunga kita 10,5-11 persen, itu akan jadi satu digit kalau kita dapat komposisi kira-kira 70-80 dari BLU Fasilitas Likuiditas Kredit," kata Iqbal usai peluncuran BLU Pusat Pembiayaan Perumahan sebagai Pelaksana Kebijakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Namun, satu hal yang perlu dicatat, pemberian fasilitas ini hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kurang dari Rp2,5 juta per bulan jika ingin mengambil ’landed house’, sedangkan untuk kepemilikan rusunami harus memiliki penghasilan Rp4,5 juta per bulan. "Penghasilan harus dibatasi Rp 2,5 juta untuk ’landed house’, Rp 4,5 juta untuk rusunami dan harus rumah pertama," katanya.

Pemberian fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya suku bunga perbankan dan dinamika pembangunan di mana terdapat backlog atau kekurangan yang sangat tinggi yakni sekitar 7,4 juta unit pada 2009.

BLU Pusat Pembiayaan Perumahan akan mengelola dana bergulir sebesar Rp2,68 triliun. Dana tersebut berasal dari APBN yang kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui perbankan. Pembentukan BLU merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan sistem pembiayaan perumahan yang berkelanjutan, efektif dan efisien, serta akuntabel.


Sumber :
ANT

Editor :
R Adhi KSP