Minggu, 21 September 2014
Infrastruktur di Jatim
Tol Kertosono-Mojokerto Beroperasi 2012
Kamis, 22 Juli 2010 | 21:29 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS.com  - Tol Kertosono-Mojokerto akan beroperasi pada tahun 2012 seiring upaya pemerintah meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

"Tahap demi tahap jaringan tol Trans Jawa akan terealisasi. Selanjutnya, bagian dari koridor Yogyakarta-Solo-Surabaya yakni jalan Tol Kertosono-Mojokerto Jatim ditargetkan selesai akhir tahun 2011," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muchayat di Surabaya, Kamis.

Ia optimistis, pembangungan proyek senilai Rp2,2 triliun itu dapat memperlancar akses antarkota di Jatim yang bermuara terhadap pertumbuhan sektor perekonomian di provinsi ini, seperti pertanian, tambang, dan gas.

Ia menjelaskan, saat ini Tol Mojokerto-Kertosono sudah tersambung maka terhubung dengan Tol Surabaya-Mojokerto dan Tol Kertosono - Mantingan-Solo. "Ke depan, mulai membangun tol trans Sumatera," katanya.

Di sisi lain, ia mengaku, PT Marga Hanurata Intrinsic merupakan investor dan operator Tol Mojokerto - Kertosono sepanjang 40,5 km. Sementara itu, kini mereka melakukan kontrak perjanjian pengerjaan proyek tol itu dengan PT Hutama Karya senilai Rp1,1 triliun.

Di tempat lain, Direktur Utama PT Marga Hanurata Intrinsic, Fery Tan Sukirman, menambahkan, Tol Mojokerto - Kertosono terbagi empat seksi dan pengerjaan fisiknya akan dikerjakan oleh Hutama Karya. Sementara itu, konstruksi proyek tersebut sudah dilakukan sejak Maret 2009.

"Kami harap, proyek tersebut bisa selesai pada akhir 2011 sehingga beroperasi pada awal 2012," katanya. Di lain pihak, kata dia, realisasi pembangunannya yakni permasalahan pembebasan lahan tol ini antara Kertosono menuju Mojokerto. 

Dari total kebutuhan lahan sebesar 330 hektare yang menimpa 35 desa di Kabupaten Jombang dan Mojokerto, sudah terbebaskan 60 persen, mayoritas di Kabupaten Jombang, dan tahap selanjutnya pembebasan lahan di wilayah Mojokerto.

"Kami targetkan pembebasan lahan selesai akhir 2010, dan telah diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T)," katanya.

Jika koneksi jaringan jalan tol sudah tergarap dengan baik, ia meyakini Tol Mojokerto - Kertosono bisa mencapai 20.000 unit kendaraan setiap hari.  Ia mengharapkan, proyek jalan bebas hambatan lain seperti Tol Surabaya - Gresik dapat cepat diselesaikan.

"Rencana pengembangan infrastruktur jaringan jalan tol di Jatim terdiri dari 10 ruas jaringan jalan tol sepanjang 516 km. Kini, masih satu ruas yang berhasil diselesaikan dan telah beroperasi yakni ruas Tol Waru - Juanda sepanjang 13,6 km," katanya.

Sumber :
ANT

Editor :
R Adhi KSP