JAKARTA, KOMPAS.com - Laba bersih PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada semester I tahun 2010 meningkat 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tahun ini sektor perumahan mengimbangi kontribusi dari sektor pusat perbelanjaan.
Direktur Utama SMRA Johannes Mardjuki menyebutkan, penjualan rumah di kawasan Summarecon Bekasi menjadi pendongkrak peningkatan kinerja semester I tahun 2010 lalu. "Laba hingga bulan Juni diperkirakan sudah mencapai Rp 100 miliar, akhir tahun ini kami targetkan laba akan mencapai Rp 210 miliar-Rp 220 miliar," ujarnya hari Minggu (18/7).
Bandingkan dengan laba bersih SMRA semester I tahun 2009 yang hanya Rp 69,2 miliar, merosot 7,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Johannes menjelaskan, Summarecon Bekasi yang terdiri dua kluster dengan luasan sekitar 180 hektar dipasarkan dengan harga Rp 600 juta-Rp 900 juta per unit.
Sektor perumahan, kata Johanes, memang akan menjadi andalan SMRA untuk mendongkrak laba tahun ini. "Karena antusiasnya konsumen Summarecon Bekasi, kami akan kembali membangun satu kluster lagi," ucapnya.
Jumlah unit rumah yang akan dibangun di kluster baru itu sekitar 200-300 rumah dengan luasan areal kira-kira 50 hektar-60 hektar. Jadi, total luas area perumahan Summarecon Bekasi akan menjadi 240 hektar. "Penawarannya akan mulai dilakukan di semester II tahun ini," ucapnya.
Untuk kluster baru tersebut, Summarecon mematok harga 10 persen lebih tinggi. "Kalau sebelumnya kontribusi terbesar terhadap laba adalah mal, tahun ini mal dan rumah porsinya fifty-fifty," tambah Johanes.
Selain di Bekasi, pengembang yang sukses menggarap kawasan Kelapa Gading ini juga terus memperluas proyek perumahan Summarecon Serpong. Johannes menyebutkan akan membuat kluster baru bernama Springs yang terdiri dari sekitar 200 unit rumah. Harga jualnya mulai dari Rp 600 juta ke atas. Rencananya, proyek tersebut akan berjalan bulan depan.
Meski perumahan sedang tumbuh, SMRA tidak lantas mengabaikan sektor mal. Johannes mengatakan, bulan depan SMRA akan melakukan pemasangan tiang pancang pertama proyek Summarecon Mal Serpong (SMS) II.
SMS II adalah bangunan lanjutan dari SMS I yang hingga Juni memiliki tingkat okupansi 98 persen. Tidak heran jika SMRA menaikkan target pendapatan tahun ini, dari Rp 1,6 miliar menjadi Rr 1,7 triliun dengan laba sekitar Rp 220 miliar. Adapun realisasi belanja modal SMRA hingga Juni sudah lebih dari 67 persen dari total alokasinya tahun ini yang sebesar Rp 460 miliar. (Amailia Putri Hasniawati/KONTAN)

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?