Jumat, 22 Agustus 2014
Taman Rumah Bergaya Eropa
Jumat, 23 April 2010 | 17:35 WIB
|
Share:
iDEA/ Dean Martin Saerang
Taman rumah bergaya barat. Lokasi: Rumah Yasmin Widodo, Bona Indah, Jakarta Selatan
TERKAIT:

KOMPAS.com -  Rumah cantik tak lengkap tanpa taman yang juga cantik. Taman bergaya Eropa mungkin bisa jadi pilihan. Yuk, kita lihat salah satu contohnya!

Ukurannya tidak luas, tapi tidak juga sempit. Desainnya tidak rumit, tidak juga apa adanya. Itulah kesan pertama saat kita memandang hunian ini dari sisi bangunan.

Batu bata warna oranye memenuhi dinding depan. Putih dan hitam muncul sebagai aksen yang menutupi material kayu. Dari desain dan penggunaan elemen material, sangat terasa fasad dirancang dengan gaya Eropa.

Menikmati fasad hunian ini tak membosankan karena tampilannya serasi dengan rancangan taman. Letak pagar yang mundur 2m dari jalan utama, membuat sudut pandang menjadi lebih lebar. Pagar pembatas ini ikut menciptakan kesatuan antara desain tampak depan rumah dengan taman. Desain ruang luar memang akan tampak indah jika dirancang kompak antara fasad dengan taman.

Taman depan berukuran 6m x 6,5m itu terbagi atas dua area; di dalam dan di luar pagar. Pembatasnya berupa pagar rendah, sepinggang orang dewasa. Pagar terbuat dari dinding bata dan tertutup oleh tanaman perdu. Pagar yang rendah membuat ruang luar terlihat lapang, bahkan terasa menyatu dengan jalan.

Tambah Cantik dengan Sculpture

Percantikan halaman di depan rumah tidak selalu harus dengan bunga-bunga berwarna. Sculpture dan aksesori selain bunga pun dapat menjadi pengisi beberapa bagian yang kosong, dan terlihat cantik.

Namun perhatikan pemilihannya; jangan paksakan sculpture ukuran besar memenuhi halaman yang tak terlalu luas. Tengok sculpture berupa miniatur stupa candi Borobudur di taman ini. Benda itu diletakkan di atas hamparan rumput. Tingginya hanya sepaha orang dewasa (±80cm), tapi mampu menjadi pemanis pekarangan.

Miniatur stupa ini memang tidak berkaitan dengan gaya Eropa yang diaplikasikan pada taman. Tapi kehadirannya justru jadi keunikan. Keberadaanya menjadi sentuhan lokal pada taman. Cantik, kan? (Yuri Eldhiyanti/iDEA) 

Sumber :
iDEA
Editor :
ksp