Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Sektor Properti Diuntungkan
Sabtu, 6 Maret 2010 | 12:47 WIB
|
Share:

Semarang, Kompas - Penerapan perdagangan bebas ASEAN-China yang dikhawatirkan mengancam berbagai kalangan pengusaha di daerah, justru malah menguntungkan sektor properti. Dengan perdagangan bebas, para pengusaha properti dapat menekan biaya produksi sebanyak 5 persen, karena material dari China akan mudah didapat dengan harga murah dibandingkan produk lokal.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI), Muhammad Nawir, mengungkapkan hal ini di sela Sarasehan Hari Ulang Tahun Ke-38 REI, Jumat (5/3) di Kota Semarang. "Keuntungan dari perdagangan bebas ini terutama dirasakan pengembang apartemen, hotel, atau pusat perbelanjaan," ujarnya.

Material asal China yang banyak diimpor adalah mekanik elektronik seperti eskalator dan lift, serta material arsitektur seperti kaca, aluminium, keramik, dan perabot kamar mandi.

"Material jenis mekanik elektronik mencapai 30 persen dari seluruh komponen bangunan yang dibutuhkan untuk membangun hotel atau apartemen," ujarnya.

Dengan perdagangan bebas, lanjut Nawir, pengusaha properti juga diuntungkan karena pajak untuk material dari China berkurang.

Meski demikian, dia menyatakan, untuk pengusaha perumahan tidak hanya melihat dari sisi harga yang murah, tetapi tetap melihat kualitas material. "Produk China memang ada yang tidak berkualitas, tapi yang berkualitas dan murah juga banyak," kata Nawir.

Keramik bahan granit

Ketua Dewan Pengurus Daerah REI Jateng, Sudjadi, membenarkan bahwa produk material impor dari China, selama ini lebih banyak digunakan untuk membangun hotel, apartemen, dan pusat perbelanjaan. "Material impor yang digunakan biasanya keramik berbahan granit," ujarnya.

Namun, ia mengatakan, pengembang perumahan hunian tidak banyak memetik keuntungan dari perdagangan bebas. Alasannya, material dari China yang lebih banyak dipakai hanya berupa perabot kamar mandi.

Manajer PT Wika Realty Semarang Agung Salladin mengatakan, pihaknya lebih banyak memanfaatkan material China yang berupa perabot kamar mandi. Material ini hanya digunakan untuk rumah yang dijual kurang dari Rp 270 juta. Sementara rumah yang dijual Rp 400 juta ke atas memakai produk lokal atau impor dari negara lain yang lebih berkualitas.

"Kami tetap mencari kualitas, tetapi kalau ada harga yang murah, itu bisa menjadi nilai tambah," kata Agung. (DEN)



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?