Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Sarana Pendukung Belum Siap
Kereta Api Komuter Belum Beroperasi
Jumat, 5 Maret 2010 | 03:00 WIB
|
Share:

Medan, Kompas - Hingga kini sarana operasional kereta api komuter Kota Medan dan wilayah di sekitarnya belum siap. Sejumlah stasiun pemberhentian belum layak dipakai. PT Kereta Api baru melakukan survei pada minggu ini seiring dengan rencana pengoperasian kereta api tersebut.

Sementara itu, kereta rel diesel ini telah diresmikan oleh pemerintah pada pertengahan Februari lalu. Namun, setelah peresmian, kereta ditempatkan petugas PT Kereta Api (KA) di bengkel Stasiun Pulo Brayan, Medan.

”Kami perlu membenahi sistem tiket, halte pemberhentian kereta, dan keamanan selama operasionalnya. Sejumlah tempat pemberhentian masih belum siap untuk dipakai,” tutur Kepala Humas PT KAI Divisi Regional Sumatera Utara Suhendro Budi Santoso, Kamis (4/3) di Medan.

PT KA, tuturnya, juga memastikan kerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara untuk mengamankan beroperasinya komuter. PT KA meminta petugas Dinas Perhubungan berada di setiap gerbong kereta.

Rencananya kereta ini melayani rute Medan-Belawan, Medan-Binjai, dan Medan-Tebing Tinggi. Adapun tarif yang ditetapkan PT KA meliputi Medan-Binjai Rp 3.000 per orang, Medan-Belawan Rp 5.000 per orang, dan Medan-Tebing Tinggi Rp 13.000 per orang.

Seperti pantauan Kompas akhir Januari lalu, sejumlah stasiun yang dilalui komuter masih belum berfungsi. Salah satunya adalah Stasiun Sunggal di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Bangunan stasiun ini seperti gudang tidak terawat.

Sebelumnya, Wakil Kepala PT KA Divisi Regional Sumut Resman Manurung berencana memfungsikan kembali empat stasiun di sekitar Medan untuk mendukung operasional komuter. Stasiun itu adalah Stasiun Deski (Deli Serdang), Stasiun Sunggal (Deli Serdang), Stasiun Titi Papan (Medan), dan Stasiun Medan Belawan (Medan). Namun, rencana ini belum semuanya terealisasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Crow PT KA Kantor Divisi Regional Sumut Junaidi mengatakan, kereta komuter itu akan dioperasikan pada Sabtu 6 Maret ini. Adapun jalur perdana dibuka pada pukul 05.00 dari Medan menuju Binjai. Selanjutnya, kereta akan meneruskan perjalanan Medan-Belawan.

Untuk sementara, tuturnya, jalur Medan-Tebing Tinggi tidak dioperasikan terlebih dulu karena PT KA masih menyiapkan sarana pemberhentian bagi penumpang.

Kereta komuter bertenaga mesin diesel ini memiliki empat gerbong. Komuter ini berjalan di atas rel R 33 (yang berarti berat rel 33 kilogram per satu meter) dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. (NDY)



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?